29 September 2021, 17:05 WIB

Kemenhub Tanggapi Anak Naik Pesawat Citilink yang Mendarat Darurat


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

KEMENTERIAN Perhubungan (Kemenhub) membenarkan bahwa anak-anak yang berusia di bawah 12 tahun diperbolehkan naik pesawat selama perpanjangan PPKM. Namun, ada diskresi khusus soal izin tersebut dalam persyaratan perjalanan domestik.

Hal itu merespons kejadian pendaratan darurat maskapai Citilink penerbangan QG 944 di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang, Sumatra Selatan, pada Senin (27/9). Penyebabnya, penumpang yang merupakan anak-anak diketahui melepas penutup pelindung tuas pintu darurat pesawat.

"Kemenhub sudah mendapatkan laporan dari maskapai. Saat ini tengah diinvestigasi. Pada prinsipnya, anak-anak di bawah 12 tahun dilarang melakukan perjalanan udara.Tetapi, di lapangan ada diskresi yang diberikan oleh Satgas," jelas Juru Bicara (Jubir) Menteri Perhubungan Adita Irawati kepada Media Indonesia, Rabu (29/9).

Diskresi tersebut misalnya anak-anak yang memang harus bepergian karena mengikuti orangtuanya untuk pindah tugas. Lainnya yaitu anak-anak sekolah di kota lain, berkebutuhan khusus, dan harus mengikuti orangtuanya. "Terkait diskresi ini harus mendapat persetujuan dari satgas setempat dengan menunjukkan dokumen/bukti penunjang perjalanan," tegas Adita.

Baca juga: Gara-gara Anak Kecil, Pesawat Citilink Mendarat Darurat di Palembang

Pihaknya masih menyelidiki lebih dalam kejadian pendaratan darurat Citilink terkait ada kelalaian pada orangtua dalam mengawasi anak selama penerbangan atau pihak operator penerbangan dari awak kabin yang tidak mampu mencegah tindakan penumpang. "Soal sanksi, kami lihat dulu hasil investigasinya," pungkasnya. (OL-14)

BERITA TERKAIT