29 September 2021, 10:33 WIB

Telan Rp163 M, Kementerian PUPR Rampungkan Renovasi Gedung RSCM Kiara


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

KEMENTERIAN Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) merampungkan renovasi Gedung Pusat Kesehatan Ibu Anak/,PKIA Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Kiara, Jakarta. Biaya yang yang dikeluarkan sebesar Rp163,94 miliar.

Melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya telah penandatanganan serah terima pengelolaan sementara Gedung PKIA RSCM Kiara kepada Rumah Sakit Umum Pusat Nasional (RSUPN) Cipto Mangunkusumo pada Senin, (27/9).

"Untuk selanjutnya, PUPR akan menindaklanjuti dengan alih status pencatatan BMN (Barang Milik Negara)kepada Kementerian Kesehatan,” kata Direktur Jenderal (Dirjen) Cipta Karya Diana Kusamastuti dalam keterangan resmi, Rabu (29/9).

Berdasarkan amanat Presiden Jokowi yang disampaikan dalam Rapat Terbatas Evaluasi Penanganan Covid-19 pada 12 Juli 2021, Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR merenovasi Gedung PKIA RSCM Kiara menjadi ruang perawatan guna mendukung penanganan Covid-19 yang melanda Ibu kota Jakarta.

Diana menjelaskan bahwa pekerjaan renovasi Gedung PKIA RSCM Kiara dilaksanakan sejak 16 Juli 2021 dan selesai pada 13 September 2021.

Biaya yang yang dianggarkan ratusan miliar itu memiliki output sesuai usulan dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, meliputi 2 ruang operasi, 38 bed Ruang NICU (neonatal intensive care unit/tempat khusus untuk merawat bayi baru lahir), 8 bed ruang ICU, 23 bed Ruang HCU (High Care Unit), dan 286 bed ruang isolasi.

Pekerjaan renovasi ini, ungkap PUPR, meliputi perbaikan pada lantai 2 untuk Ruang Dokter dan Poli Anak, lantai 3 untuk Ruang OK dan Ruang Persalinan, lantai 4 untuk Ruang NICU, Ruang ICU, dan Ruang HCU, serta lantai 5, 8, 9, dan 10 untuk Ruang Isolasi.

Adapun, pekerjaan renovasi dilakukan oleh Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Jakarta Metropolitan bersama PT Adhi Karya (Persero) Tbk dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk selaku kontraktor pelaksana serta PT Vitama Karya selaku konsultan manajemen konstruksi. (Ins/OL-09)

BERITA TERKAIT