28 September 2021, 13:39 WIB

Erick Thohir Cium Indikasi Korupsi di Krakatau Steel


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

MENTERI BUMN Erick Thohir secara blak-blakan membeberkan permasalahan finansial perusahaan pelat merah, yakni PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS). Dia bahkan menduga ada indikasi korupsi di perusahaan tersebut.

Bukan tanpa sebab tudingan itu datang. Pasalnya, produsen baja itu memiliki utang hingga US$2 miliar atau Rp28,5 triliun dan proyek mangkrak. 

"Krakatau Steel itu punya utang US$2 miliar. Salah satunya ada investasi US$850 juta yang proyek itu mangkrak hari ini. Hal ini kan tidak bagus. Pasti ada indikasi korupsi," ujarnya dalam diskusi virtual, Selasa (28/9).

Dia pun menegaskan akan melacak dan menelusuri dugaan tindakan korupsi di Krakatau Steel. Erick mengatakan, upaya ini sebagai langkah untuk memperbaiki bisnis perusahaan BUMN tersebut ke depan.

"Kami akan kejar siapa pun yang merugikan itu. Bukannya kami ingin menyalahkan, tetapi ini sebagai penegakan hukum kepada bisnis proses yang salah. Kami perbaiki," tuturnya.

Kementerian BUMN berencana melakukan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) pada anak perusahaan KRAS di Bursa Efek Indonesia untuk menambah pundi-pundi uang guna menutup utang perusahaan pelat merah itu. Disinyalir Krakatau Bandar Samudera atau Krakatau International Port (KIP) yang akan IPO. "Go public ini biar ada funding baru untuk menyicil utang tadi," kata Erick.

Baca juga: Minim Sentimen, IHSG Diperkirakan Sideways

KRAS tercatat mendapat keuntungan senilai Rp800 miliar sampai Agustus 2021. Sepanjang tahun lalu, perusahaan itu mencetak laba bersih sebesar US$22,6 juta atau sekitar Rp322 miliar. (OL-14)

BERITA TERKAIT