27 September 2021, 21:25 WIB

Duet Maut Milenial Kuasai Pasar GPS Tracker


Mediaindonesia.com | Ekonomi

BICARA keberadaan GPS tracker di Indonesia, tak akan bisa dilepaskan dari GPS Fox Logger. Peranti GPS berbasis IoT (internet of things) ini merupakan pemimpin pasar di Tanah Air dengan penjualan stabil, malah meningkat di masa pandemi ini. Pada semester I 2021, unit terjual GPS Fox Logger melonjak 79,4% atau mendekati 50 ribu unit dibandingkan Januari-Juni 2020 (25.530 unit). 

Berkembang pesatnya Fox Logger sebagai penguasa pasar GPS Indonesia tak bisa dilepaskan dari dua sosok pendirinya, Alamsyah Cheung dan Darren Suciono. Dua milenial ini bahu-membahu membangun produk ini dari titik nol hingga berkibar sebesar sekarang. 

Sebelum menjadi wirausahawan, Alamsyah ialah salesman keliling produk GPS untuk kendaraan roda empat. Sambil kuliah di London School of Public Relations (LSPR) Jakarta, anak muda energik ini menjajakan produk GPS di pasar-pasar otomotif, terutama seputaran pasar mobil Kemayoran dan ITC Fatmawati, Jakarta. "Saya tinggal pasarkan barang punya bos. Nanti dapat cuan dari selisih harga jual," kata pemuda kelahiran 1987 itu dalam keterangan resmi, Senin (27/9).

Setelah beberapa tahun menjadi tenaga penjual, Alamsyah akhirnya memberanikan diri menjadi entrepreneur. Dia ingin membiayai sendiri bisnisnya. Apalagi dia mencium peluang besar untuk memasarkan produk miliknya sendiri, alih-alih memasarkan punya orang lain. Saat itu dia melihat kian besarnya populasi kendaraan bermotor di Indonesia ternyata belum berjalan seiring dengan aspek keamanannya, terutama dalam menghindari aksi pencurian. 

Meyakini besarnya potensi bisnis, akhirnya Alamsyah menggandeng Darren--alumnus President University yang ahli online marketing--untuk bersama-sama meluncurkan produk GPS tracker kendaraan dengan menawarkan banyak manfaat yakni tidak hanya aspek keamanan tetapi juga efisiensi dan produktivitas. "Soalnya, data real time yang disajikan GPS tracker akan memberikan informasi posisi kendaraan secara presisi. Ini tentu dapat membantu melacak kendaraan seandainya terjadi pencurian. Selain itu, GPS tracker membantu produktivitas serta efisiensi kendaraan karena lewat tracking yang terpampang jelas, rute kendaraan bisa diatur," ujar CEO Fox Logger Indonesia itu.

Pada 2015, keduanya mengibarkan Fox Logger Indonesia. Produknya diberi merek Fox Logger GPS Technology. Sejak awal diluncurkan, produk GPS tracker milik kedua anak muda ini bisa dikatakan menjadi produk anak bangsa. Bersama dengan Darren beserta para teknisi lokal, Alamsyah menghadirkan produk yang software-nya digarap sendiri, tidak membeli atau menyewa dari provider luar negeri. "Ini murni produk anak bangsa," ujar Darren penuh kebanggaan.

Menyadari kepercayaan pelanggan sangat penting, sejak awal Alamsyah dan Darren membangun sistem 24 jam untuk berkomunikasi dan merespons keluhan pelanggan. Mereka menyiapkan tenaga customer service yang andal untuk menanggapi setiap keluhan atau pertanyaan yang masuk. "Kami percaya bisnis itu sering kali tumbuh dari word of mouth yang baik. Kalau pelanggan puas, mereka akan merekomendasikannya ke pihak lain," papar Alamsyah. 

Meski awalnya tertatih-tatih, Fox Logger GPS Technology akhirnya berhasil meraih banyak kepercayaan. Faktanya, tak sedikit yang datang menjadi klien lantaran rekomendasi pihak pengguna sebelumnya. "Kebahagiaan kami itu bertambah kalau yang datang bilang bahwa mereka dapat rekomendasi dari pihak lain," ujar Darren dengan mata berbinar.

"Sebab, itu artinya," timpal Alamsyah, "Produk kami berhasil memberikan manfaat atau keuntungan bagi klien. Sejak awal, kami memang berprinsip make customer happy first, then profit will come to you. Tanda-tanda keberhasilan yang besar yaitu saat konsumen kita dengan senang hati merekomendasikan produk kita kepada teman-teman mereka."

Kebanyakan yang menjadi klien yaitu perusahaan dan pemerintah daerah. Fox Logger GPS Technology terutama digunakan oleh perusahaan transportasi dan logistik demi melacak serta mengatur rute kendaraan mereka. Adapun kalangan pemerintah daerah memanfaatkan tracker untuk membantu terciptanya smart city dan armada pelayanan sosial yang mumpuni. Salah satunya klien mereka yakni Pemprov DKI yang memanfaatkan Fox Logger GPS Technology untuk truk sampah dan bus sekolah. 

Alamsyah dan Darren juga makin dipercayai para leasing company yang membutuhkan alat untuk perlindungan keamanan atau melacak keberadaan kendaraan jika terjadi pencurian. "Kami bangga produk anak bangsa ini menjadi kepercayaan perusahaan dan pemerintahan," tutur Alamsyah.

Lewat beberapa tahun berjalan, dengan basis teknologi IoT, duet Alamsyah dan Darren tidak berhenti pada GPS tracker. Sebagai start-up, Fox Logger Indonesia mereka upayakan menjadi perusahaan yang lincah berinovasi. Mereka memasarkan pula GPS tracker untuk jemaah umrah/haji, narapidana, termasuk penderita covid-19 yang tengah melakukan isolasi mandiri. Ini bisa dilakukan karena kemampuan tracking secara real time memang memungkinkan memberikan informasi tentang posisi yang tepat, bukan saja kendaraan tetapi juga manusia sehingga bisa diketahui keberadaannya secara tepat. 

Sebagai anak-anak muda yang telah berhasil mengibarkan bisnis dari titik nol, baik Alamsyah maupun Darren, punya lima tips utama buat anak-anak muda lain yang ingin menjadi entrepreneur. Pertama, fokus pada bisnis yang digeluti dengan target pasar yang jelas. Kedua, memiliki team work yang kuat. Ketiga, jangan mudah puas. Keempat, rajin meluaskan jejaring. Kelima, jangan menampik rezeki hanya karena menganggap kecil. "Kami sering kali mendapat keuntungan besar yang bermula dari pintu masuk keuntungan yang kecil alias rekomendasi," ujar Alamsyah sambil tersenyum lebar.

Kini, setelah 6 tahun berjalan, baik Alamsyah dan Darren tak mau cerita Fox Logger berjalan stagnan. Mereka mengaku memiliki cita-cita besar. Dalam kurun 3-4 tahun ke depan, katanya, mereka ingin Fox Logger Indonesia bisa menjadi pemain terbesar di Asia Tenggara dan IPO di Bursa Efek Indonesia dengan valuasi Rp1 triliun. Mereka ingin mengikuti jejak sejumlah perusahaan teknologi nasional seperti Bukalapak, Zyrex, Anabatic, Telefast Indonesia, dan perusahaan aggregator voucer diskon, PT Trimegah Karya Pratama Tbk, atau lebih dikenal dengan Ultra Voucher, yang belum lama IPO. "Kami mengarah ke sana. Semoga. Doakan saja," kata Darren penuh optimisme.

Untuk menuju ke arah itu, keduanya kini terus berbenah dan meningkatkan kemampuan SDM juga memantapkan infrastruktur perusahaan. Salah satunya yang tengah disiapkan yakni membangun Fox Logger Tower di bilangan Cideng, Jakarta. Kelak, dari sinilah mereka akan mengoperasionalkan perusahaan, mulai dari memasarkan sampai memonitor segala hal yang terkait produk dan pelanggan. 

Baca juga: Peternak Lampung Timur Sumringah Dapat 200 Ton Jagung

Melihat ke belakang di 2015, mereka mengaku tak menyangka Fox Logger bisa secepat ini. "Ini juga membuat kami harus makin waspada karena persaingan akan semakin keras," pungkas Alamsyah. (OL-14)

BERITA TERKAIT