26 September 2021, 22:24 WIB

PT Perikanan Nusantara Ekspor Perdana Gurita ke AS dan Ikan Kaca Piring ke Tiongkok 


Ghani Nurcahyadi | Ekonomi

PT Perikanan Nusantara melakukan ekspor perdana 132 ribu ton gurita ke pasar Amerika Serikat (AS). Ekspor gurita yang dikemas dalam enam kontainer berukuran 40 feet ini terdiri dari gurita steam (ready to eat) dan gurita whole frozen dengan nilai transaksi sebesar Rp12,9 miliar. 

Acara pelepasan yang berlangsung di Kantor Perinus Cabang Makassar itu dihadiri langsung oleh Direktur Utama Rajawali Nusantara Indonesia Arief Prasetyo sebagai Induk Holding Klaster Pangan BUMN, Kepala Dinas Perikanan Provinsi Sulawesi Selatan Sulkaf S Latif mewakili Plt Gubernur, Direktur PT. Berdikari United Livestok Imran Yasin Limpo, Kepala BKIPM Makassar Sitti Chadidjah, Aspotmar Danlantamal VI Kolonel Dominggus Sidang Misalayuk, dan beberapa pejabat dari PT Perikanan Nusantara. 

Direktur Utama PT Perikanan Nusantara  Sigit Muhartono mengatakan, potensi Gurita di Sulawesi Selatan sangat besar sehingga bisa menjadi salah satu produk unggulan yang banyak di ekspor dari Sulawesi Selatan.  

“Pada tahun 2020 di ekspor sebanyak 158.050 Ton dengan nilai Rp5.47 triliun. Dengan potensi tersebut saya optimis PT. Perikanan Nusantara Cabang Makassar kedepan dapat tumbuh berkelanjutan, namun harus diiringi dengan semangat dan kerja cerdas serta terus berusaha membuka pasar baru baik domestik maupun internasional,” kata Sigit Muhartono 

Selain ekspor ke AS, beberapa tahun terakhir PT Perinus cabang Makassar sudah secara rutin mengirim Gurita dengan tujuan Jepang setiap bulan. 

Baca juga : Sandiaga Uno: Kualitas Naik, Pendapatan Naik, Indonesia Bangkit

Selain untuk ekspor, saat ini Gurita steam cutting (ready to eat) Cabang Makassar juga sudah dipasarkan secara retail di Jabodetabek dengan merek Tukato Seafood.  

Pasar internasional untuk hasil perikanan PT Perinus terus berkembang. Pada Jumat (24/9) Direktur Utama Perinus Sigit Muhartono juga telah melepas ekspor perdana ikan Kaca Piring (Rajung) ke Tiongkok dari Perinus Cabang Tegal, Jawa Tengah sebanyak 12 Ton dengan nilai Rp.413 Juta. Ekspor ikan Kaca Piring ini akan berlangsung rutin setiap bulan.  

Selanjutnya awal Oktober Perinus Cabang Surabaya juga akan melakukan ekspor perdana ikan Layur beku ke Tiongkok sebanyak 25 Ton dengan nilai transaksi kurang lebih Rp700 Juta. Kemudian Perinus Cabang Benoa juga tak ketinggalan akan melakukan ekspor perdana produk ikan Marlin ke Filipina. Ini melengkapi ekspor ikan Tuna produksi Cabang Bitung yang sebelumnya sudah secara rutin dikirim ke Jepang. 

“Semakin bertambahnya negara tujuan dan jenis produk yang di ekspor PT. Perikanan Nusantara (Persero) serta didukung dengan sarana prasarana produksi berupa Air Blast Frezer (ABF ) kapasitas 119 Ton per hari dan Cold Storage  kapasitas  3.837 Ton. kami akan selalu hadir ditengah-tengah nelayan sebagai offtake hasil tangkapanya sehingga nelayan memiliki kepastian pasar dan saya berharap peran Perinus sebagai BUMN perikanan dapat  membantu meningkatkan kesejahteraan nelayan, karena nelayan merupakan mitra strategis kami,” tambah Sigit. 

Seperti diketahui, sejak 15 September 2021 PT Perikanan Nusantara (Perinus) dinyatakan bergabung (merger) dengan PT Perikanan Indonesia seusai ditandatanganinya Peraturan Pemerintah nomor 99 tahun 2021 oleh Presiden Joko Widodo dalam rangka untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan penetrasi jaringan bisnis perikanan, serta mendukung ketersediaan, keterjangkauan, inklusivitas, dan mutu perikanan. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT