26 September 2021, 06:39 WIB

Kolaborasi Prestasi Junior Indonesia-Citi Indonesia-Marsh Indonesia Asah Jiwa Wirausaha Pelajar SMA/SMK 


Ghani Nurcahyadi | Ekonomi

USAHA mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi salah satu sektor yang mengalami tekanan cukup berat saat pandemi Covid-19. Survei Bank Indonesia pada Maret 2021 menunjukkan 87,5% UMKM Indonesia terdampak negatif dari pandemi, utamanya di sisi penjualan, dan hanya 12,5% yang bertahan karena melakukan transformasi digital. 

Sedangkan, enam dari sepuluh konsumen Indonesia telah mulai mengubah perilaku belanja mereka dengan metode daring sejak pandemi terjadi dan 88% di antaranya berniat melanjutkan setelah pandemi selesai. 

Sebagai upaya untuk membantu pengusaha muda mengatasi tantangan tersebut, Prestasi Junior Indonesia (PJI) bersama Citibank N.A., Indonesia (Citi Indonesia), PT AIG Insurance Indonesia (AIG Indonesia), dan PT Marsh Indonesia (Marsh Indonesia) mengimplementasikan edukasi kewirausahaan JA Company Program bagi 323 pelajar SMA/SMK di Jakarta dan Bandung dengan menekankan pendekatan digital dalam bisnis. 

Menjelang puncak program pada November mendatang, para pelajar yang berasal dari 15 sekolah tersebut bersaing memaparkan kinerja bisnis mereka dalam kegiatan daring Regional Student Company Competition 2021, Sabtu (25/9). 

Empat perusahaan siswa (student company) terbaik hasil penilaian juri kalangan profesional berhak mewakili daerahnya untuk memperebutkan tiket emas ajang bisnis Asia Pasifik di kompetisi tingkat nasional. 

Co-Founder & Academic Advisor Prestasi Junior Indonesia, Robert Gardiner menjelaskan, di tengah situasi pandemi yang penuh tantangan, pengusaha muda perlu dilatih untuk peka terhadap perubahan perilaku konsumen dan dinamika pasar agar dapat mengembangkan strategi jitu dalam menjangkau target pasar. 

Selamat empat bulan beroperasi, kelima belas usaha mikro itu terbukti berhasil memperoleh total pendapatan bisnis mencapai Rp110 juta Rupiah dengan mengandalkan pemasaran digital. 

"Melalui program ini, para pelajar tidak hanya memperoleh pengalaman pertama berwirausaha tetapi juga memiliki kesempatan untuk mengembangkan keterampilan abad ke-21 yang sangat dibutuhkan, seperti berpikir kritis dan pemecahan masalah yang kompleks, komunikasi, kolaborasi, serta kreativitas. Dengan dukungan Citi Indonesia, AIG Indonesia, Marsh Indonesia, dan Dinas Pendidikan setempat, kami berharap upaya berkelanjutan ini dapat terus menjadi wadah lahirnya wirausaha muda baru Indonesia sekaligus mengakselerasi peralihan UMKM ke era digital," katanya dalam keterangan tertulis. 

Baca juga : Ratusan Ribu Peserta Dapat Pelatihan Digital

Program Student Company memfasilitasi pengembangan keterampilan berwirausaha bagi pelajar SMA dan SMK melalui pengalaman langsung mengoperasikan sebuah usaha mikro secara mandiri di sekolah. Hal ini termasuk menciptakan ide produk, merencanakan strategi bisnis, melakukan produksi dan penjualan produk, hingga likuidasi perusahaan. 

Tahun ini, para pelajar diberdayakan untuk memenuhi kebutuhan serta memecahkan masalah di komunitas serta mengoptimalkan teknologi digital dalam operasi dan strategi bisnis mereka. Selama periode program, relawan dari Citi Indonesia, AIG Indonesia, dan Marsh Indonesia terlibat aktif dalam memberikan pendampingan untuk berbagi pengalaman dan inspirasi, utamanya seputar manajemen perusahaan di era pandemi dan pemanfaatan pemasaran digital. 

Country Head of Corporate Affairs Citi Indonesia, Puni A. Anjungsari mengungkapkan, pihaknya bersama PJI telah secara konsisten memberdayakan generasi muda untuk berwirausaha sejak tujuh tahun lalu melalui nilai investasi yang mencapai hingga lebih dari Rp18 miliar. 

"Melalui hibah yang kami berikan, para siswa tidak hanya dilatih untuk berpikir kreatif dan inovatif dalam mengembangkan ide bisnis, namun juga dibina untuk mampu bersikap adaptif dan responsif dalam menghadapi tantangan, terutama dalam menghadapi kondisi disruptif seperti pandemi COVID-19 ini. Hal ini sejalan dengan prakarsa global Citi dan Citi Foundation yaitu Pathways to Progress, yang berupaya mendorong percepatan peningkatan taraf hidup dan peluang ekonomi bagi generasi muda," ujar Puni. 

Salah satu usaha mikro bentukan pelajar program Student Company adalah Covarsi SC dari SMAN 81 Jakarta. Jeli dengan meningkatnya tren pencarian hobi baru selama pandemi, bisnis yang dikelola oleh 26 pelajar ini menawarkan Pineary, paket menyulam dengan material ramah lingkungan yang terbuat limbah daun nanas. Selama empat bulan, produk ini laris terjual sebanyak 150 unit yang seluruhnya diperoleh dari penjualan daring melalui marketplace dan media sosial. 

Bahkan, banyak pembeli datang dari luar wilayah domisili mereka, seperti Yogyakarta, Kediri, hingga Pontianak. Untuk memberikan pengalaman berkesan bagi pelanggan saat menyulam, Covarsi SC juga melengkapi produk mereka dengan portal khusus berisi video tutorial, daftar putar lagu, dan layanan cepat konsumen. 

Lima belas sekolah dari Jakarta (termasuk Tangerang Selatan dan Bogor) dan Bandung (termasuk Bandung Barat) yang berkesempatan mengikuti program tahun ini, antara lain SMAN 34 Jakarta (Qreate SC), SMAN 71 Jakarta (Saptalata SC), SMAN 81 Jakarta (Covarsi SC), SMAS HelloMotion (Semaja SC), SMA Cendekia A.K. Yasmin (Dojan SC), SMKN 6 Jakarta (Kanaksa SC), SMKN 20 Jakarta (Soe Wasa SC), SMKN 26 Jakarta (Kaveenic SC), SMKN 27 Jakarta (Merakee SC), SMKN 63 Jakarta (AYC SC), SMAN 1 Cisarua, Bandung Barat (Mico SC), SMAN 4 Bandung (Fouras SC), SMAN 8 Bandung (Astaponik SC), SMAN 11 Bandung (Elecra SC), dan SMKN 4 Bandung (Digitz4tion SC). 

Empat sekolah terbaik akan bersaing dengan sekolah-sekolah dari regional lainnya dalam kompetisi bisnis tingkat nasional, Indonesia Student Company of the Year Competition 2021, yang diselenggarakan secara daring pada November mendatang. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT