24 September 2021, 21:48 WIB

Ketidaksiapan Penerapan OSS Berbasis Risiko Jadi Perhatian Ombudsman


Widhoroso | Ekonomi

PENERAPAN portal perizinan investasi satu pintu atau yang dikenal dengan Online Single Submission (OSS) Berbasis Risiko (OSS Risk Based Management/RBA) banyak dikeluhkan. Pasalnya, sistem yang resmi diluncurkan pada Agustus 2021 ini dalam pelaksanaannya masih menghadapi berbagai persoalan.

Anggota Ombudsman Hery Susanto menyatakan menerima sejumlah keluhan dari berbagai daerah di Indonesia tentang belum siapnya penerapan Online Single Submission Risk Based Approach (OSS-RBA). "Ketidaksiapan OSS RBA mengindikasikan ketidakpastian urusan perizinan di seluruh wilayah Indonesia yang bisa merugikan investasi nasional," jelasnya dalam keterangannya, Jumat (24/9).

Dijelaskan, OSS RBA merupakan sistem perizinan berusaha yang diberikan kepada pelaku usaha untuk memulai dan menjalankan kegiatan usahanya yang dinilai berdasarkan tingkat risiko kegiatan usaha. Namun, Hery mengingatkan perlu diantisipasi dampak terus terbitnya Nomor Induk Berusaha (NIB) di tengah kondisi peraturan pelaksanaan yang belum jelas di tataran lapangan.

"Sejak Agustus hingga September 2021 sudah sekitar 300 ribu NIB sudah diterbitkan. Hal ini cenderung bisa memunculkan terjadinya pengabaian kepatuhan terhadap ketentuan ketertiban, keamanan lingkungan, dan konsumen," ungkapnya.

Hery mengkhawatirkan, OSS RBA yang diharapkan bisa menjadi solusi atas masalah perizinan, justru menjadi permalasahan jika terus didera ketidakpastian dalam implementasinya. "Ini bisa beralih menjadi SOS alias sinyal darurat bagi pelaku investasi di Indonesia," pungkasnya. (RO/OL-15)

 

BERITA TERKAIT