23 September 2021, 21:27 WIB

Gres dan Mitra Mikro Dorong Ekonomi Syariah Menjadi Gaya Hidup


mediaindonesia.com | Ekonomi

GERAKAN Ekonomi Syariah (Gres!) dan Mitra Mikro Social Investment berkolaborasi untuk turut mendorong pengembangan ekonomi syariah menuju gaya hidup (life style).

Selain melakukan literasi, juga mengimplementasikan ekonomi syariah pada sektor riil, khususnya berbasis sektor pertanian serta usaha mikro dan kecil.

Di antaranya melalui model bisnis wakaf uang dan wakaf produktif yang memberikan manfaat ekonomi dan manfaat sosial tinggi.

"Gres! sejak 2013 sudah meluncurkan gerakan ekonomi syariah dan saat ini momentum untuk akselerasi ekonomi syariah menjadi gaya hidup," ungkap Guntur Subagja, aktivis Gres!, dalam Webinar Gres!Talk Manajemen Investasi Wakaf Produktif Motor Penggerak Ekonomi Syariah, Rabu (22/9).

Webinar menghadirkan narasumber para penggagas Gres!, yaitu Halim Alamsyah (Tenaga Ahli Menteri Keuangan, A Iskandar Zulkarnain (Anggota Badan Pelaksana Badan Pengelola Keuangan Haji/BPKH), Ismi Kushartanto (bankir syariah), dan Guntur Subagja (Sekretaris Lembaga Wakaf MUI/Pembina Mitra Mikro). Webinar dipimpin moderator Media Arief Rizky (CEO Mitra Mikro Social Investment).

Tenaga Ahli Menteri Keuangan, Halim Alamsyah, memaparkan potensi wakaf di Indonesia mencapai Rp2.000 triliun dan potensi wakaf uang Rp188 trilun.

Namun potensi itu belum optimal karena pemahaman wakaf masih rendah, pencatatan data yang lemah, serta kolaborasi masyarakat dengan pengusaha - pemerintah- pemuka agama belum optimal.

"Banyak model wakaf yg dikembangkan," kata Halim Alamsyah. Ia memberi contoh salah satunya Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS) hasil kolaborasi Kementerian Keuangan - Badan Wakaf Indonesia--nazhir wakaf.

Guntur mengungkapkan nazhir wakaf harus memiliki kemampuan manajemen aset, manajemen investasi, dan kewirausahaan. 

"Wakaf uang dan wakaf produktif dapat menjadi motor akselerasi ekonomi syariah," ujar Guntur yang juga menjabat Asisten Staf Khusus Wakil Presiden RI.

Anggota Badan Pelaksana BPKH A Iskandar Zulkarnain menyampaikan BPKH sudah mengimementasikan wakaf produktif dalam investasi CWLS dan APIF, lembaga Islamic Develompment Bank (IsDB). BPKH juga menyiapkan model implementasi wakaf produktif berupa kerja sama operasi (BOT) bersama nazhir wakaf.

BPKH mengelola dana haji sekitar Ro 150 triliun yang diinvestasikan pada instrumen keuangan syariah. Sementara untuk mendukung sosial umat dan keagamaan berupa dana kemaslahatan umat dari hasil pengelolaan Dana Abadi Umat (DAU).

Ismi Kushartanto yang sebelumnya menjabat Direktur Eksekutif Pusat Komunikasi Ekonomi Syariah (PKES) memaparkan Gerakan Ekonimi Syariah sejak 2013 dan hingga kini memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonimi syariah.

 "Pada 2013 aset perbankan syariah baru Rp 200 triliun meningkat tiga kali lipat me jadi Rp 600-an miliar," kata Ismi.

Ismi memaparkan Gres! bertransformasi menjadi Yayasan Gres! untuk terus berkiprah dalam pengembangan ekonomi syariah nasional. "Programnya kita sesuaikan dengan perkembangan saat ini," jelasnya.

Media Arief Rizky memaparkan Yayasan Mitro Mikro adalah nazhir wakaf yang terdaftar di Badan Wakaf Indonesia. "Kami memiliki beberapa model bisnis berbasis wakaf untuk sektor pertanian, perikanan, peternakan, dan UMKM," pungkasnya. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT