23 September 2021, 18:55 WIB

Kunjungi Kota Solo, Airlangga: Pemerintah Terus Dukung Kemajuan UMKM


mediaindonesia.com | Ekonomi

SEORANG ibu-ibu bernama Ida Armala, 42, terlihat sumringah kala bertemu dengan Menteri Koordinator  (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Kota Solo, Jawa Tengah, Kamis (23/9).

Warga RT 3/8 Jayengan, Sarengan, Kota Solo ini secara spontan mengutarakan harapannya agar Airlangga menjadi Presiden Indonesia 2024. "Semoga Pak Airlangga jadi Presiden Indonesia 2024. Amin. Amin," katanya dengan penuh semangat.

Armala yang merupakan seorang pedang kue ini mengaku senang lantaran menurutnya Airlangga adalah sosok yang peduli terhadap pelaku UMKM kecil.

"Saya sebagai pelaku UMKM kecil seneng banget diperhatiin sama Pak Menteri Airlangga. Nah apalagi nanti kalau beliau jadi Presiden InsyaAllah pasti mengayomi. Semoga jadi Presiden ya Pak," ungkapnya.

Dalam kunjungan kerjanya di Kota Solo, Menko Perekonomian Airlangga menyempatkan hadir ke kegiatan Kelompok UMKM usAHA di Kelurahan Jayengan Kecamatan Sarengan Kota Solo.

Airlangga juga melakukan dialog dengan para pelaku UMKM binaan kelompok tersebut.

"Hari ini kita meninjau usaha kecil menengah yang ada di Solo, kita mampir saja. Karena ada kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat yang namaya kelompok UMKM usAHA," katanya.

"UMKM usAHA itu sudah mempunyai ribuan binaan dan oleh karena itu saya lihat di lapangannya dan anggotanya siapa saja, dan kebutuhannya seperti apa, terutama di dalam situasi pandemi Covid-19 ini," ujar Menko Perekonomian.

"Dan banyak testimoni mengatakan memang, hampir sama di berbagai daerah termasuk di Solo, akibat pandemi Covid-19 itu turun sampai 50%. Dan tentu sekarang dengan situasi yang lebih terkendali mudah-mudahan kegiatan mereka bisa menjadi bangkit kembali," sambungnya.

Airlangga menjelaskan untuk mendukung kemajuan sektor UMKM, pemerintah sudah memiliki program Kredit Usaha Rakyat (KUR).

"Pemerintah kan sudah punya KUR, jadi sudah ada kredit usaha rakyat, ada supermikro, KUR sampai  Rp500 juta, KUR yang di bawah Rp100 juta tanpa agunan dan bunganya 3% sisanya ditanggung pemerintah," pungkasnya. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT