21 September 2021, 22:57 WIB

Erick Minta Pengusaha Lokal Bali Agar Bersiap Diri Pasca-Pandemi


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

MENTERI BUMN Erick Thohir ketika meminta pengusaha lokal Bali agar bersiap diri dan tetap produktif menjalankan bisnis. Hal itu bertujuan agar pasca-pandemi, bisnis usaha lebih berkembang dan matang.

Dia pun mengunjungi tiga kota Pulau Dewata, yakni Jembrana, Denpasar, dan Benoa. Lalu ke STMIK Primakara di Denpasar, yang khusus mendidik para pengelola usaha rintisan yang mendapat dukungan dari Bank Mandiri dan PT Telkom.

"Memang melemahkan pariwisata yang menjadi andalan Bali. Tapi di sisi lain, saya melihat selama pandemi muncul kreatifitas dan inovasi yang menandakan mereka bersiap diri. Ada semangat dan sikap optimisme tinggi yang saya lihat," ucapnya dalam keterangannya, Selasa (21/9).

Oleh karenanya, sesuai dengan tupoksi Kementerian BUMN terhadap para UMKM atau enterprenuer baru, Erick menegaskan, pihaknya akan berfokus memberikan dukungan meliputi pendanaan, akses pasar, dan logistik. 

Menurutnya, terdapat beberapa BUMN yang bisa mendukung kemajuan industri ekonomi kreatif dan juga UMKM sehingga selain memberi bantuan, juga pendampingan agar bisnis sektor yang menggerakkan ekonomi di tingkat terbawah itu bisa berputar.

Baca juga : Begini Skema Bisnis Usaha Pengisian Daya Mobil Listtik lewat SPKLU

"Kita benahi infrastruktur, seperti pembangunan jalon tol karena ongkos logistik di Indonesia mahal. Jika logistik mahal, maka nilai kompetitifnya mahal," ucapnya. 

"Soal pendanaan, BUMN punya holding ultra mikro yang terdiri dari BRI, Pegadaian, dan Penanaman Modal Madani yang bisa memfasilitasi pinjaman Rp 1 hingga 4 juta dengan bunga murah," lanjutnya.

Sementara akses pasar, Kementerian BUMN mempunyai platform PaDi (Pasar Digital) UMKM. Dengan didasari atas prinsip bahwa sebuah usaha tidak bisa berdiri sendiri. Erick menyebut, PaDi UMKM yang kini menampung hampir 10 ribu UMKM menjadi marketplace yang bisa diakses BUMN untuk memenuhi kebutuhannya melalui UMKM. 

Terlebih dalam PaDi, para UMKM itu langsung terintegrasi dengan OSS (One Stop Service) Kementerian Investasi dan kemudahan mendapat sertifikasi dari Kementerian Perindustrian. (OL-7)

BERITA TERKAIT