21 September 2021, 18:10 WIB

Holding PTPN Lakukan Restrukturisasi Bisnis Gula


Mediaindonesia.com | Ekonomi

KETAHANAN gula nasional kini menjadi salah satu fokus utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero).  

Untuk itu, Holding PTPN melakukan restrukturisasi bisnis gula, sebagai langkah strategis menjawab tantangan ketahanan gula konsumsi nasional.  

Tanggung jawab lain yang diemban Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) adalah restrukturisasi utang/transformasi EBITDA, retrukturisasi anak perusahaan dan cucu perusahaan serta melipatgandakan produksi gula menjadi 1,8 juta ton untuk mendukung swasembada gula konsumsi tahun 2024.

Hal tersebut disampaikan Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara, Mohammad Abdul Ghani, di Jakarta, Selasa (21/09) 

“Kami akan melakukan perbaikan operasional, baik di pabrik maupun lapangan, dengan simplifikasi bisnis gula,” ujar Ghani. 

Salah satu langkah strategis yang dilakukan Holding Perkebunan Nusantara adalah penandatanganan akta notaris pendirian Sugar Co,. bertepatan dengan HUT RI ke-76, 17 Agustus lalu. Akta notaris tersebut menandai terbentuknya entitas baru bernama PT Sinergi Gula Nusantara. 

Ghani menuturkan, restrukturisasi bisnis gula PTPN akan membawa dampak positif bagi Indonesia.  “Langkah ini akan meningkatkan ketahanan pangan, mengurangi kebutuhan devisa untuk impor gula, pendapatan negara, memperoleh Foreign Direct Investment (FDI), menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan kesejahteraan petani tebu, serta meningkatkan kepastian harga pada konsumen,” ujar Ghani.

Selain merestrukturisasi bisnis gula, Holding Perkebunan Nusantara juga mencatatkan kinerja positif, utamanya di tengah pandemi Covid-19 dan ketidakpastian perekonomian global dan nasional.  

Hingga Agustus 2021, Holding Perkebunan Nusantara berhasil meraih laba bersih konsolidasi per Agustus 2021 sebesar Rp2,3 triliun  atau 245% dari realisasi 2020 (rugi Rp1,6 triliun).   Capaian ini berada 801% di atas RKAP 2021 (rugi Rp 328 miliar ).  Keberhasilan ini antara lain didorong oleh pencapaian penjualan sebesar Rp31 triliun , atau sebesar 141 % dari realisasi 2020, dan pencapaian EBITDA sebesar Rp7,9 triliun dengan jenis komoditas kepala sawit, tebu, karet, dan teh. 

Kinerja Holding Perkebunan Nusantara yang terus membaik ini mendapatkan apresiasi positif dari Federasi Serikat Pekerja Perkebunan (FSPBUN), yang menyambut gembira berbagai langkah manajemen Holding Perkebunan Nusantara. Menurut FSPBUN, manajemen PTPN Grup periode ini telah berada pada jalur yang benar. (RO/E-1)

BERITA TERKAIT