21 September 2021, 11:30 WIB

Presiden: Krakatau Steel Harus Penuhi Kebutuhan Baja Nasional


Andhika prasetyo | Ekonomi

PRESIDEN Joko Widodo memberi target kepada PT Krakatau Steel untuk bisa memenuhi secara total kebutuhan baja di dalam negeri.

Sebagai negara yang sedang galak-galaknya membangun infrastruktur dan mengembangkan industri otomotif, Indonesia tentu memerlukan begitu banyak baja sebagai bahan baku.

"Jangan biarkan ini dimasuki produk-produk dari luar negeri sehingga kita terus mengalami peningkatan impor dari tahun ke tahun," ujar Jokowi saat meresmikan Hot Strip Mill (HSM) 2 milik Krakatau Steel, di Cilegon, Banten, Selasa (21/9).

HSM 2 merupakan senjata baru yang dimiliki perseroan untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas produksi.

Fasilitas yang mampu menghasilkan hot rolled coil (HRC) level premium dengan kapasitas 1,5 juta ton per tahun itu ditopang teknologi canggih dan terbaru yang hanya dimiliki Indonesia dan Amerika Serikat.

"Saya tadi sudah melihat ke dalam, melihat proses produksinya dan itu memang betul-betul teknologi tinggi," tutur Jokowi.

Baca juga: Konsumsi Listrik Tumbuh 4,5%, PLN : Sinyal Baik untuk Ekonomi

Kendati demikian, ia mengaku belum puas dengan kemampuan HSM 2. Presiden ingin pabrik tersebut bisa meningkatkan kapasitas hingga 4 juta ton per tahun dalam beberapa tahun ke depan.

"Sehingga kita dapat memenuhi kebutuhan baja dari dalam negeri. https://mediaindonesia.com/ekonomi/434170/konsumsi-listrik-tumbuh-45-pln-sinyal-baik-untuk-ekonomi. Ini angka yang sangat besar sekali," jelasnya.

Dalam setahun terakhir, Krakatau Steel telah melakukan pembenahan dari sisi transformasi dan restrukturisasi. Sebelumnya, perseroan ini sempat mengalami kerugian selama delapan tahun sejak 2012. 

Sekarang, dengan strategi baru di bawah komando Menteri BUMN Erick Thohir. Di mana sepanjang 2021, perseroan sudah mencatat laba Rp800 miliar.

"PT Krakatau Steel terus melakukan transformasi dan restrukturisasi. Pak Menteri BUMN tadi menyampaikan kalau Krakatau Steel sudah semakin sehat karena sebelumnya memang kurang sehat," tutur Jokowi.

Langkah-langkah pembenahan semestinya dilakukan oleh seluruh BUMN.

"Transformasi menjadi keharusan agar BUMN menjadi kelas dunia yang semakin profesional, kompetitif, menguntungkan dan memberikan pelayanan lebih baik bagi masyarakat dan membuka semakin banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat kita serta berkontribusi lebih besar pada pendapatan negara," tandasnya. (P-5)

BERITA TERKAIT