21 September 2021, 11:15 WIB

Konsumsi Listrik Tumbuh 4,5%, PLN : Sinyal Baik untuk Ekonomi


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

PT Perusahaan Listrik Negara atau PLN (Persero) mencatatkan konsumsi listrik yang meningkat. Terhitung hingga Agustus 2021, realisasi konsumsi listrik mencapai 166,17 Terra Watt hour (TWh) atau tumbuh 4,5% dibandingkan tahun lalu.

Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Bob Saril menjelaskan, angka tersebut menjadi angin segar bagi perekonomian nasional. Hal ini seiring dengan masifnya vaksin dan penerapan new normal, beberapa sektor kegiatan ekonomi seperti rumah tangga, industri dan bisnis retail turut bergeliat.

Sektor industri misalnya, mencatatkan pertumbuhan konsumsi listrik yang signifikan mencapai 10,5% selama bulan lalu.

“Ini sangat membahagiakan. Sektor industri ini efek dominonya besar. Ini menjadi sinyal bahwa pertumbuhan ekonomi kita sudah mulai membaik," ujar Bob dalam rilis resminya, Selasa (21/9).

Dia mengungkapkan, sektor industri yang mengalami pertumbuhan khususnya di industri besi baja, pengolahan kimia dan pengolahan makanan.

Sektor tekstil juga dilaporkan serupa, yakni berkontribusi 23,4% dari pertumbuhan sektor industri. Sedangkan, industri baja berkontribusi 21,7% dan sektor rumah tangga tumbuh 2,3%.

Untuk menangkap peluang ini ada empat strategi yang dilakukan PLN. Pertama, perusahaan pelat merah itu akan memastikan pelanggan mendapatkan pasokan listrik berapapun daya yang mereka butuhkan.

Besarnya daya mampu listrik PLN saat ini diperkirakan mencapai 57 GW, dan akan bertambah lagi dengan selesainya pembangkit dari proyek-proyek 35 GW.

"Dengan pasokan daya yang dimiliki saat ini PLN memastikan kebutuhan listrik untuk masyarakat lebih dari cukup," tutur Bob.

Kedua, langkah yang dilakukan PLN adalah mempercepat semua proses. Dari sisi sambung baru misalnya, Bob mengatakan, proses sambung baru dan tambah daya akan lebih cepat dengan hadirnya aplikasi PLN Mobile.

"Dengan PLN Mobile, layanan PLN semakin mudah dan cepat didapatkan oleh pelanggan," klaimnya.

Langkah berikutnya, selain menyasar industri dan rumah tangga, PLN juga sedang menangkap captive market seperti sektor pertanian, budidaya ikan, perkebunan. Selama ini, sektor ini masih kerap menggunakan BBM sebagai bahan bakar peralatan produksinya.

"Dari segi biaya dan efisiensi kita pastikan lebih andal dengan memakai listrik. Sehingga masyarakat bisa meningkatkan produktivitasnya," terang Bob.

Keempat, bekerjasama dengan K/,L untuk meningkatkan konsumsi listrik. PLN terus memberikan kemudahan dan stimulus listrik bagi pelanggan. Mulai dari diskon tambah daya dan dikson pemakaian listrik saat malam hari bagi Industri.

Di satu sisi, PLN mengaku menyambut baik akan dijalankannya aturan baru terkait tarif pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) kendaraan listrik, termasuk mobil listrik yaitu Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 74 Tahun 2021. Beleid yang diteken Presiden Jokowi dan diundangkan pada 2 Juli 2021 ini akan berlaku per tanggal 16 Oktober 2021.

Hadirnya aturan ini akan menurunkan harga jual kendaraan listrik di Indonesia, yang diharapkan dapat meningkatkan penggunaan dan investasi kendaraan listrik di Indonesia.

"Dengan adanya kebijakan-kebijakan pemerintah tersebut diharapkan dapat mendorong pertumbuhan konsumsi listrik lebih baik lagi, khususnya ditengah kondisi cadangan daya listrik PLN yang cukup banyak," tandas Bob. (Ins/OL-09)

BERITA TERKAIT