19 September 2021, 23:50 WIB

Indonesia Berpotensi Miliki Puluhan Unicorn


Arnoldus Dhae | Ekonomi

SAAT ini, Indonesia telah memiliki 5 unicorn atau perusahaan rintisan (startup) yang bernilai di atas US$1 miliar. Namun, peluang Indonesia untuk menambah jumlah unicorn terbilang sangat besar

"Indonesia berpotensi mempunyai 25 unicorn. Saat memang baru 5 unicorn tapi kita memiliki potensi untuk melahirkan 25 unicorn," kata Menteri BUMN Erick Thohir dalam berdikusi dengan pelaku startup digital dan inkubator bisnis bertajuk "Bali Digitalpreneur Meetup" di kampus STMIK Primakara, Denpasar, Minggu 19/9).

Ia mengungkapkan jumlah unicorn di Indonesia masih kalah jauh dengan negara lain, seperti Tiongkok dengan 107 unicorn dan Amerika Serikat mempunyai lebih dari 200 unicorn. "Masak kita tidak bisa seperempatnya," katanya.

Erick juga menyoroti selama ini banyak unicorn yang mendapatkan pendanaan atau investasi pihak asing. "Itu bukan salah asing tapi salah kita. Maka kita coba list siapa yang future unicorn, founder-nya orang Indonesia tapi pembiayaan terbesarnyaa juga dari Indonesia. Kita mapping dalam dua mingguan ini," paparnya.

Selain berharap semakin banyak investasi dalam negeri di startup Indonesia, Erick juga berharap talenta digital yang bekerja di unicorn Indonesia juga agar mayoritas dari dalam negeri bukan talenta asing.

"Jangan sampai ada unicorn tapi yang kerja bukan orang Indonesia.  Jangan terus outsource ke India, Rusia dan negara lain. Kita tidak mau begitu," ungkapnya.

Di sisi lain Erick menegaskan Kementerian BUMN sangat mendukung investasi di perusahaan startup menjadi bagian besar program transformasi BUMN. "Kita akan support besar-besaran startup di Indonesia dengan kekuatan investasi," tegasnya.

Salah satu bentuk KPI (Key Performance Indicator) BUMN adalah berinvestasi di 50 perusahaan startup. Karenanya BUMN belakangan banyak membentuk venture capital dan gencar berinvestasi pada startup.

Ia lantas merinci beberapa nama BUMN dan jumlah startup yang sudah mendapatkan investasi dari BUMN. "Telkomsel 15, BRI 15, Mandiri Capital 15, saya juga berikan kesempatan BNI untuk mulai masuk tapi cukup 5," papar Erick Thohir. (OL-15)

BERITA TERKAIT