19 September 2021, 22:39 WIB

Balai Penyuluhan Pertanian Tonggak Pembangunan Sektor Pertanian


mediaindonesia.com | Ekonomi

PEMBANGUNAN pertanian yang dilakukan Kementerian Pertanian, dimulai dari level kecamatan. Untuk mengawal agar pembangunan itu berhasil, Kementan memaksimalkan peran Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) yang ada di level kecamatan.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, pembangunan pertanian nasional bukan hanya tanggung jawab pemerintah pusat tapi juga kewajiban pemerintah daerah.  

"Untuk mendukung hal itu, Kostratani kita maksimalkan melalui Balai Penyuluhan Pertanian (BPP). Kita targetan mereka menjalani lima peran BPP Kostratani," katanya.

Lima peran Kostratani yaitu sebagai pusat data dan informasi, pusat gerakan pembangunan pertanian, pusat pembelajaran, pusat konsultasi agribisnis, dan pusat pengembangan jejaring kemitraan.

"Dan ini bertumpu pada komitmen dan dukungan penyuluh pertanian di tingkat kecamatan sebagai tempat pembangunan pertanian untuk mewujudkan pertanian maju, mandiri, dan modern," katanya.

Terpisah, Kepala Badan Pengembangan dan Penyuluhan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, menyampaikan Kostratani sebagai pusat data dan informasi, BPP mengumpulkan, menampung, mengolah dan menyajikan data tentang pertanian, atau semua data dan informasi yang berkaitan dengan pertanian di wilayah kerja BPP kostratani, data yang dikumpulkan memiliki sejumlah fungsi yang sangat penting. 

"Data tersebut sebagai bahan pertimbangan untuk melakukan suatu kegiatan, data juga menjadi bahan untuk menyusun suatu perencanaan, juga melalui data dapat digunakan untuk membuat keputusan, dan melalui data pula bisa menjadi bahan untuk mengevaluasi kegiatan," jelas Dedi dalam keterangannya, Minggu (19/9).

Banyaknya peran BPP Kostratani sebagai pusat kegiatan pembangunan pertanian ditingkat kecamatan, membutuhkan pembenahan sarana dan prasarana pendukungnya. 

BPPSDMP pun serius mewujudkan BPP Kostratani agar mampu melaksanakan perannya. Di antaranya dengan turut serta membangun Gedung Balai Penyuluhan Pertanian salah satunya BPP Kostratani di Kecamatan Bumiaji Kota Batu Malang.

Peletakan Batu Pertama Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kostratani Bumiaji dilakukan Minggu (19/9). Bertempat di lokasi Pembangunan BPP Bumiaji Batu Malang, acara kegiatan dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu, Sugeng, Kepala BBPP Batu, Wasis Sarjono, Camat Bumiaji, dan tokoh masyarakat.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu, Sugeng Pramono, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Badan Pengembangan dan Penyuluhan  SDM Pertanian  atas dibangunnya BPP Kostratani Bumiaji di wilayah Kota Batu.

"Setidaknya lima peran BPP sebagai Kostratani kedepan dapat dilaksanakan secara optimal," katanya. 

Sugeng menyatakan, dukungan pada Kostratani, yang sejalan dengan pembangunan pertanian Kota Batu. Pemerintah Kota Batu akan mengoptimalkan peran BPP seperti halnya Kostratani sebagai Klinik Petani dan Pusat Kemitraan. 

"Tujuannya untuk mencari solusi masalah di lapangan, menggandeng mitra untuk petani dengan berbagai pihak terkait, realisasinya adalah pengembangan BPP sebagai destinasi wisata," katanya.

Sementara itu, Sekretaris Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Siti Munifah, yang turut hadir pada acara tersebut mengatakan, bahwa BPP Kostratani memiliki peran strategis. 

Pertama, sebagai pusat data dan informasi. Kedua, pusat gerakan pembangunan pertanian. Ketiga, pusat pembelajaran. Keempat, pusat konsultasi agribisnis. Kelima, pengembangan jejaring kemitraan.

"Kelima peran BPP dapat dioptimalkan dengan memanfaatkan TI . Hal itu dimaksudkan agar data yang disampaikan ke Agriculture War Room adalah data tunggal dan terkini," jelasnya.

Selanjutnya, BPP Kostratani adalah pusat kegiatan pembangunan pertanian tingkat kecamatan yang merupakan optimalisasi tugas, fungsi dan peran Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional. 

"Melalui BPP Kostratani, yang ada di kecamatan berperan sebagai pusat data dan informasi, pusat gerakan pembangunan pertanian dan pusat pembelajaran yang kegiatannya itu akan dikoneksikan sampai ke tingkat pusat," katanya. 

Ditambahkan Siti Munifah, BPP Kostratani bertujuan menciptakan kecamatan sebagai tumpuan pengendali dan sistem ini dipersiapkan untuk memonitor dan mengoptimalkan peran penyuluh di kecamatan sebagai ujung tombak dan garda terdepan ketahanan pangan nasional. 

Siti Munifah juga menyambut baik rancangan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan pangan Kota Batu bahwa keberadaan BPP Kostratani Bumiaji, sekaligus akan dijadikan agro edu wisata dengan konsep integrated farming.

"Hal itu sangat mendukung slogan Batu Kota Wisata apalagi di sekitar BPP dilihat dari struktur lahan lereng-lereng akan menjadi daya tarik tersendiri. Yang terakhir barangkali mengajak semua, bahwa kearifan lokal jangan kita lupakan, komunikasi dengan tokoh masyarakat menjadi hal penting agar apa yang sudah dilakukan memilki manfaat," katanya. 

Kepada pihak pelaksana, Siti Munifah berharap dapat mengerjakan pembangunan dengan sebaik-baiknya dan kepada pihak terkait untuk lebih memonitoring agar tidak jadi masalah dikemudian hari. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT