17 September 2021, 20:45 WIB

Kemendag Turut Lepas Ekspor 18 Ton Kopi Subang ke Arab Saudi


mediaindonesia.com | Ekonomi

KEMENTERIAN Perdagangan diwakili Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional, Didi Sumedi, mendampingi Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Teten Masduki, bersama-sama dengan Kepala Bank Indonesia Jawa Barat Herawanto, dan Bupati Subang Ruhimat secara langsung melepas ekspor kopi milik Koperasi Gunung Luhur Berkah (GLB) sebanyak 18 ton ke Arab Saudi di Kabupaten Subang, Jumat (17/9).
 
Potensi transaksi dari ekspor kopi Koperasi GLB ke Arab Saudi sampai dengan jangka waktu satu tahun ke depan ini akan mencapai US$1 juta, dengan volume mencapai 150 ton.

Jenis kopi yang diekspor ke Arab Saudi tersebut merupakan kopi arabika Java Preanger yang tumbuh di wilayah Jabar dengan berbagai spesifikasi, di antaranya natural process, honey washed, dan fully-washed process. Kopi-kopi tersebut memiliki cita rasa unik yang dipengaruhi oleh cara pengolahannya.
 
Koperasi GLB yang merupakan koperasi berskala nasional dengan slogan 'Milenial Bertani dan Berkebun' menyelenggarakan kegiatan usaha utama berupa pertanian dan perkebunan dengan memfokuskan pada usaha budi daya komoditas kopi jenis arabika dan robusta yang bekerja sama dengan Perum Perhutani, PTPN VIII, Kopi Hofland Subang, dan para kelompok tani kopi, serta pelaku usaha kopi dengan memperluas kegiatan usaha budi daya kopi.

"Sesuai dengan arahan kebijakan Menteri Perdagangan, Kemendag terus berkomitmen untuk mendorong UKM agar bisa go global. Kami mengapresiasi berbagai upaya gigih yang dilakukan eksportir Indonesia untuk tetap mempertahankan kelanjutan ekspornya. Kami sangat bersyukur karena saat ini, meski pandemi belum usai, kita tetap giat melakukan ekspor. Harapannya, komoditas-komoditas lain juga akan melanjutkan keberhasilan komoditas kopi Java Preanger ini, dan berkontribusi terhadap perekonomian Indonesia," ujar Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Didi Sumedi.


Baca juga: Transformasi Pertanian Modern, Kementan Bekali Petani Milenial lewat Pelatihan


Kinerja perdagangan Indonesia pada Agustus 2021 juga kembali menunjukkan peningkatan menggembirakan. Ekspor Indonesia pada Agustus mencatatkan rekor tertinggi, yakni mencapai US$21,42 miliar, mematahkan rekor yang sebelumnya dicatatkan pada Agustus 2011.

"Selaras dengan hal itu, Kemendag sangat mengapresiasi langkah-langkah progresif yang diambil oleh pelaku usaha nasional, termasuk oleh Koperasi GLB terhadap ekspor nasional," ungkap Didi.

Keberhasilan itu, lanjut dia, tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak terkait, termasuk Pemkab Subang dan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) melalui program Desa Devisa Kopi di Subang.

Terkait program tersebut, Direktur Eksekutif LPEI D James Rompas menyampaikan bahwa pihaknya optimistis dan yakin dengan potensi Subang akan komoditas kopinya. Ia pun berharap, melalui program pelatihan dapat meningkatkan kapasitas petani, sehingga kualitas biji kopinya juga dapat memenuhi kebutuhan ekspor.
 
Pada periode Januari–Juli 2021, ekspor kopi Indonesia tercatat senilai US$400,96 juta dengan pangsa pasar terbesar ke Amerika Serikat (24%), Mesir (11%), Jepang (9%), Malaysia (7%), dan Italia (6%). Adapun pada  2020, Indonesia tercatat sebagai pengekspor kopi dunia ke-9, di bawah Brasil, Swiss, Jerman, Kolombia, Vietnam, Italia, Prancis, dan Honduras.
 
"Besar harapan kami, sinergitas yang terjalin baik antara petani, eksportir, dan pemerintah terus dijaga dan ditingkatkan untuk mendorong ekspor nonmigas nasional, terutama dari sektor pertanian dan perkebunan. Faktor kunci lainnya adalah mengelola hubungan dengan  dengan buyer untuk tujuan memperoleh informasi yang aktual yang selanjutnya menjadi keunggulan komparatif memenangkan pasar ekspor global. Kemendag akan terus memberikan dukungan dan perhatian penuh bagi para buyer produk Indonesia melalui berbagai program," pungkas  Didi. (RO/S-2)

 

BERITA TERKAIT