16 September 2021, 16:43 WIB

PLN Siap Pasok Listrik ke Pabrik Baterai Mobil Listrik Pertama di ASEAN


 Insi Nantika Jelita | Ekonomi

PT Perusahaan Listrik Negara atau PLN (Persero) siap menyediakan keandalan pasokan daya listrik ke PT HKML Battery Indonesia yang akan menjadi produsen pertama baterai mobil listrik di Tanah Air, bahkan di Asia Tenggara atau ASEAN.

Babak baru hilirisasi industri baterai dan mobil listrik ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan pabrik baterai mobil listrik di Karawang pada Rabu (15/9) yang merupakan realisasi investasi konsorsium LG dan Hyundai (HKML Battery Indonesia).

Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini mengatakan sesuai dengan arahan Presiden Jokowi mengenai fasilitasi percepatan realisasi relokasi dan diversifikasi investasi perusahaan ke Indonesia, maka PLN siap menjamin penyediaan suplai daya listrik secara berkelanjutan dan stabil sesuai dengan kebutuhan investasi.

"Untuk mendukung agenda investasi jangka panjang HKML Battery Indonesia yang akan dimulai pembangunan tahap pertama pada September 2021 dan akan beroperasi di 2022. Lalu dilanjutkan dengan yahap kedua pada 2026, PLN siap untuk memenuhi kebutuhan listriknya," tegasnya dalam keterangannya, Kamis (16/9).

Pembangunan tahap pertama pabrik baterai ini akan memiliki kapasitas produksi baterai mencapai 10 gigawatt hour (GWh), yang nantinya akan digunakan untuk kendaraan listrik dari Hyundai. Adapun, nilai investasi pembangunan pabrik ini mencapai US$1,1 miliar atau sekitar Rp15,95 triliun.

Untuk memenuhi kebutuhan listrik HKML Battery Indonesia, PLN mengaku telah menyiapkan sejumlah gardu induk. Selain itu, perusahaan pelat merah itu juga melakukan pembahasan perjanjian kerja sama dengan Kawasan Industri Karawang New Industy City (KNIC), sebagai lokasi pabrik HKML Battery Indonesia.

"PLN siap untuk memenuhi kebutuhan lain terkait kelistrikan untuk calon tenant di KNIC khususnya contohnya green energy, layanan fasilitas ekstra, multimedia, dan kebutuhan lainnya," kata Zulkifli.

Ke depan, PLN menyebut, hilirisasi industri nikel menjadi modal untuk Indonesia bersaing di kancah global. Pasalnya, Indonesia memiliki 24 persen cadangan nikel di dunia yang merupakan mineral penting dalam bahan baku pengembangan kendaraan listrik. (Ins/OL-09)

BERITA TERKAIT