16 September 2021, 08:06 WIB

Daya Tarik JIIPE Gresik di Mata Investor


mediaindonesia.com | Ekonomi

BERBAGAI kemudahan layanan dan insentif sebagai kawasan ekonomi khusus (KEK) dipastikan akan menarik minat banyak investor untuk berinvestasi di JIIPE. Terlebih, JIIPE dilengkapi daya dukung kawasan yang terintegrasi dengan pelabuhan laut dalam, jalan tol, jalur kereta api, dan kawasan perumahan.

Menurut Direktur Utama PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS) Bambang Soetiono, selaku pengelola JIIPE Gresik, kawasan industri ini memang didesain untuk menurunkan biaya logistik secara nasional sebesar 15%–20%. Dengan demikian, tenant-tenant yang ada di JIIPE akan mampu bersaing dengan negara-negara lain, seperti Vietnam dan Thailand, dengan biaya produksi yang kompetitif serta kemudahan perizinan dan ekspor.

“JIIPE ini sebetulnya juga merespons daripada keinginan Bapak Presiden Joko Widodo yang amanahnya beliau adalah untuk menarik investasi, terutama investasi luar sebanyak mungkin. Untuk itu, JIIPE siap dengan fasilitas dan kemudahan-kemudahan KEK ini,” jelas Bambang.

Daya tarik investor terhadap JIIPE diperlihatkan bahwa meski baru tiga tahun beroperasi, telah ada 15 perusahaan atau tenant yang berinvestasi, lima di antaranya telah beroperasi. Salah satu tenant yang sudah masuk ke JIIPE ialah smelter tembaga PT Freeport Indonesia. Pada Oktober mendatang, smelter ini akan memasuki konstruksi fisik dengan total nilai investasi sebesar US$3 miliar.

Direktur Utama PT Freeport Indonesia Tony Wenas menyatakan pihaknya memilih JIIPE Gresik untuk membangun smelter karena berbagai aspek yang sudah dikaji dengan matang, antara lain mulai dari kesiapan lahan, perizinan, tingkat ekonomi daerah, tenaga kerja, dan infrastruktur.

“Kami melihatnya bahwa utilities-nya bagaimana, ketersediaan listrik, gas, air. Menurut kami, JIIPE itu memang pilihan yang paling tepat di antara pilihan-pilihan yang ada. Ini berpotensi untuk mengurangi atau menekan biaya capex smelter yang baru ini. Dan tentu saja ini akan bisa mengurangi kerugian yang ditimbulkan dari pembangunan smelter,” ungkap Tony.

Presiden Direktur Rodamas Group yang juga akan membangun pabrik baru di JIIPE, Anthony Tan, menyatakan perusahaannya memilih JIIPE untuk ekspansi karena lokasinya yang strategis dengan fasilitas dan konektivitas yang bagus. Hal itu memudahkan produksi dan keluar masuk barang serta menghemat biaya logistik.

“Jadi saya merasakan komitmen mereka (JIIPE) untuk benar-benar mengembangkan kawasan industri JIIPE dan untuk membantu menyukseskan para tenant mereka. Salah satu buktinya adalah waktu Roda Mas beli lahan di JIIPE, JIIPE belum menjadi KEK. Tapi sekarang kita mendapatkan bonus lahan JIIPE menjadi KEK, kita mendapatkan insentif dan fasilitas macam-macam,” tuturnya.

Sementara itu, perusahaan yang bergerak di industri beton PT Adhimix PCI Indonesia menilai keunggulan JIIPE ialah kemudahan dalam konektivitas dan integrasi antara kawasan laut dan darat. “Tempat ini bisa men-support industri kami untuk daerah yang di Indonesia bagian timur, terutama di wilyah Kalimantan, Sulawesi, Papua, Maluku, NTT, NTB, bahkan sampai Timor Leste,” kata Kepala Plant Adhimix PCI Indonesia, Manyar Sasono Adhi.

Menurut Presiden Direktur PT AKR Corporindo Haryanto Adikoesoemo, di samping keunggulan integrasi moda transportasi dan utilitas KEK, JIIPE juga menyediakan kawasan residensial dan komersial. “Pekerja bisa bekerja di JIIPE sehingga ini menimbulkan kenyamanan dan juga efisiensi dan produktivitas bagi tenant-tenant dan pekerja,” ujarnya. (Ifa/S2-25)
 

BERITA TERKAIT