15 September 2021, 21:14 WIB

Diminta Presiden Turunkan Harga Jagung, Begini Strategi Mentan SYL


Andhika Prasetyo | Ekonomi

PRESIDEN Joko Widodo menginstruksikan Menteri Pertainan Syahrul Yasin Limpo dan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi untuk mencari solusi dari persoalan harga jagung yang tinggi.

Instruksi tersebut disampaikan setelah Jokowi bertemu Suroto, peternak asal Blitar yang membentangkan poster berisi keluhan harga jagung naik namun harga telur rendah.

"Hari ini saya bertemu langsung dengan Pak Suroto dan beberapa perwakilan Perhimpunan Insan Perunggasan. Saya telah menginstruksikan Mentan dan Mendag untuk mencari solusi terbaik," ujar Jokowi melalui akun instagramnya, Rabu (15/9).

Setelah mendapat arahan tersebut, Mentan Syahrul Yasin Limpo membeberkan beberapa strategi yang diharapkan bisa menyudahi persoalan di sektor perunggasan.

"Untuk jangka pendek, kalau perlu kita gunakan subsidi untuk menekan harga jagung terutama di sentra peternakan yang membutuhkan banyak jagung," ujar Syahrul usai bertemu Jokowi di Istana Negara, Rabu (15/9).

Baca juga : Presiden Perintahkan Mentan dan Mendag Turunkan Harga Jagung

Adapun, untuk jangka panjang, pemerintah akan berupaya menjembatani produsen jagung dengan sentra-sentra peternakan. Selama ini, Syahrul mengatakan persoalan harga jagung tinggi seringkali disebabkan oleh panjangnya rantai pasok.

"Jadi produsen kita dekatkan dengan sentra peternakan. Sekarang jagung ada di mana-mana, tapi sentra peternakannya yang hanya ada di tempat-tempat tertentu. Jadi harus ada strategi khusus," tutur politisi Nasdem tersebut.

Selain memangkas rantai pasok, pemerintah juga akan menciptakan regulasi yang bisa melindungi peternak. Misalnya, bagaimana cara untuk mengendalikan agar harga jagung tidak naik terlalu tinggi.

"Jadi kita pastikan harus ada cadangan. Sama seperti beras. Kita hadirkan kepastian kalau terjadi kekurangan," jelasnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT