15 September 2021, 17:36 WIB

Presiden Perintahkan Mentan dan Mendag Turunkan Harga Jagung


Andhka Prasetyo | Ekonomi

PRESIDEN Joko Widodo menginstruksikan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi untuk segera menurunkan harga jagung di pasar.

Berdasarkan data Pinsar Petelur Nasional (PPN), sekarang nilai komoditas yang menjadi bahan baku pakan ternak itu sudah menyentuh Rp6.000 per kilogram (kg). Padahal, pada kondisi normal, harga jagung tidak lebih dari Rp4.500 per kg.

Melihat situasi itu, kepala negara meminta jajarannya untuk melakukan langkah-langkah konkret baik untuk jangan pendek dan jangka panjang.

"Bapak Presiden memberi arahan kepada kami untuk menangani persoalan jagung khususnya di tiga tempat yaitu Klaten, Blitar dan Lampung. Ini harus bisa tertangani dengan harga yang sangat normal. Untuk jangka pendek, kalau perlu kita gunakan subsidi tertentu untuk tiga daerah itu karena di sana merupakan sentra peternakan yangembutuhkan banyak jagung," ujar Syahrul usai bertemu Jokowi di Istana Negara, Rabu (15/9).

Adapun, untuk jangka panjang, pemerintah akan berupaya menjembatani produsen jagung dengan sentra-sentra peternakan. Selama ini, Syahrul mengatakan persoalan harga jagung tinggi seringkali disebabkan oleh panjangnya rantai pasok.

Baca juga : Pandemi, Menperin Klaim Resiliensi Industri Manufaktur Tetap Tangguh

"Jadi produsen kita dekatkan dengan sentra peternakan. Sekarang jagung ada di mana-mana, tapi sentra peternakannya yang hanya ada di tempat-tempat tertentu. Jadi harus ada strategi khusus," tutur politisi Nasdem tersebut.

Selain memangkas rantai pasok, pemerintah juga akan menciptakan regulasi yang bisa melindungi peternak. Misalnya, bagaimana cara untuk mengendalikan agar harga jagung tidak naik terlalu tinggi.

"Jadi kita pastikan harus ada cadangan. Sama seperti beras. Kita hadirkan kepastian kalau terjadi kekurangan," jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan pihaknya bersama Kementan akan menyelaraskan kebijakan agar harga jagung bisa terjangkau bagi para peternak.

"Mudah-mudahan dalam waktu dekat kami akan membuat terobosan yang bisa menyeimbangkan sektor perunggasan ini. Semoga kita bisa selesaikan pada akhir minggu ini," ucap Lutfi. (OL-7)

BERITA TERKAIT