15 September 2021, 16:52 WIB

Pertemuan Menteri Ekonomi ASEAN, Komitmen Bersama Merespons Pandemi


Fetry Wuryasti | Ekonomi

MENTERI Perdagangan RI Muhammad Lutfi menyatakan Pertemuan Para Menteri Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Ministers/AEM) dengan Negara Mitra Dialog mempertegas komitmen bersama untuk merespons pandemi covid-19 dan penguatan kerja sama bagi usaha pemulihan ekonomi secara menyeluruh.

Demikian salah satu pembahasan Pertemuan Para Menteri Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Ministers/AEM) dengan Negara Mitra Dialog hari ke-2 yang dilaksanakan Selasa (14/9). Pada hari kedua, negara mitra dialog AEM yaitu Amerika Serikat (AS), Hong Kong, India, Uni Eropa, dan Rusia.

Mendag mengawali pertemuan dengan menghadiri AEM-United States Trade Representative (USTR) Consultations dengan fokus mempererat dan meningkatkan kerja sama, khususnya memperkuat rantai pasok di kawasan, kerja sama ekonomi digital, dan fasilitasi perdagangan.

“Untuk mendukung kerja sama di kedua wilayah, kami telah mengesahkan ASEAN-US Trade and Investment Framework Arrangement (TIFA) and Expanded Economic Engagement (E3) Work Plan 2021—2022. Sehingga, kerja sama antara ASEAN dengan AS semakin baik dan banyak inisiasi yang diimplementasikan, diantaranya melakukan dialog pada isu ketenagakerjaan dan lingkungan, serta mendukung digitalisasi usaha kecil dan menengah agar produk ASEAN dapat menembus pasar AS,” kata Lutfi, Rabu (15/9).

Para Menteri juga bertemu dengan US-ASEAN Business Council untuk membahas rekomendasi yang disampaikan pelaku usaha untuk mendukung pemulihan dan percepatan pertumbuhan perekonomian regional, termasuk distribusi vaksin Covid-19 ke negara ASEAN. Selain itu, dibahas pula rencana pelaksanaan temu bisnis untuk meningkatkan kerja sama bisnis ASEAN-AS.

Selanjutnya, para Menteri bertemu dengan Secretary for Commerce and Economic Development, Hong Kong, China (HKC) dalam Pertemuan Konsultasi AEM-HKC ke-5. Para Menteri menyambut baik implementasi penuh Perjanjian ASEAN–Hong Kong, China FTA (AHKFTA) dan AHKIA (bidang investasi) oleh seluruh pihak sejak 12 Februari 2021.

Menurut Lutfi, implementasi penuh Perjanjian AHKFTA dan AHKIA merupakan sinyal kuat bagi peningkatan hubungan ekonomi di kawasan. Pada 2020, total perdagangan nonmigas ASEAN dan HKC sebesar USD 112,3 miliar atau 4,3 persen dari total perdagangan ASEAN dengan negara mitra FTA dan menempatkan HKC sebagai mitra dagang terbesar ke-5 bagi ASEAN.

Baca juga : Impor Migas Agustus Naik 115,75% dari Tahun Lalu

Sementara, foreign direct investment HKC ke ASEAN pada 2020 mencapai USD 12 miliar atau 8,7 persen.

“Hal ini menjadikan HKC sebagai sumber FDI terbesar ke-2 untuk ASEAN setelah AS. Selain itu, peran kunci HKC sebagai regional hub ini yang mendorong ASEAN untuk menerima HKC untuk aksesi ke RCEP,” imbuh Lutfi.

Pertemuan dilanjutkan dengan melakukan Pertemuan Konsultasi ASEAN dengan India ke-18. Para Menteri menyambut baik implementasi penuh ASEAN-India Investment Agreement (AIIA) pada Februari 2021 untuk meningkatkan kerja sama investasi ASEAN-India. Selain itu, para Menteri juga membahas upaya reviu ASEAN-India Trade in Goods Agreement (AITIGA) dan menugaskan official untuk membahas finalisasi Scoping Paper of the AITIGA Review dengan target sebelum pertemuan ASEAN-India Summit akhir Oktober 2021.

“Reviu ini diharapkan akan menjadikan AITIGA tetap relevan dengan perkembangan perdagangan dunia, semakin business-friendly, trade facilitative, dan berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan pascapandemi Covid-19,” ungkap Mendag Lutfi.

Berikutnya, AEM juga mengadakan pertemuan dengan Rusia untuk membahas perkembangan kerja sama. Kedua pihak sepakat untuk bekerja sama mengembangkan inovasi dan keterampilan digital untuk mengatasi tantangan dan memanfaatkan peluang yang ada dalam masa pandemi saat ini.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan pertemuan bersama Komisioner Perdagangan Uni Eropa. Para Menteri ASEAN mengharapkan agar perbedaan tingkat pembangunan antara ASEAN dengan Uni Eropa dapat menjadi perhatian utama. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT