14 September 2021, 17:35 WIB

Semester I 2021, GRP Raih Laba Bersih USD22,63 Juta


mediaindonesia.com | Ekonomi

DI bawah tekanan pandemi Covid-19, PT Gunung Raja Paksi Tbk, mampu membukukan kinerja sangat positif. Dalam Laporan Keuangan Semester I 2021, industri baja swasta nasional ini berhasil mencetak laba bersih periode berjalan, USD22,63 juta. Padahal, periode yang sama tahun lalu, GRP sempat merugi USD10,80 juta.

“Kami sangat bersyukur. Terlebih, kinerja positif tersebut diraih dalam suasana pandemi. Kinerja baik tersebut, tak lepas dari efisiensi yang dilakukan perusahaan,” tegas Presiden Direktur GRP, Abednedju Giovano Warani Sangkaeng, dalam keterangannya, Selasa (14/9).

Strategi efisiensi, imbuh Sangkaeng, membuat perusahaan bisa meraup laba meski penjualan menurun. Dibandingkan periode yang sama, penjualan bersih semester pertama tahun ini tercatat USD297,04 atau lebih rendah periode yang sama tahun lalu, yaitu USD315,65.

Karena efisiensi pula, beban pokok penjualan juga menurun tajam. Dari USD304,83 juta periode yang sama tahun sebelumnya, menjadi USD256,60 pada 2021. “Penurunan beban tersebut, mengakibatkan laba bruto juga naik menjadi USD40,44 juta naik, dari USD10,82 juta pada 2020,” lanjutnya.

Menurut Sangkaeng, kinerja positif tersebut sudah terlihat sejak awal 2021. Pada Triwulan I, misalnya, GRP sudah mencetak laba bersih hingga USD7,40 juta.  

Kinerja positif GRP tersebut, lanjutnya, juga didukung pasar domestik yang mulai kembali pulih, kondisi yang turut membangkitkan sektor infrastruktur dan manufaktur sebagai bagian industri konsumen produk baja.

Sementara untuk mendukung kinerja, imbuh Sangkaeng, perusahaan juga akan terus mengembangkan penjualan di mancanegara. Selama ini, beberapa negara yang telah menjadi pasar ekspor GRP antara lain Kanada, Malaysia, Selandia Baru, dan Amerika Serikat.  

"Untuk ekspor, target kami setidaknya sama seperti tahun lalu, yaitu sekitar lima persen dari total penjualan bersih perusahaan," katanya.

Di sisi lain, jelas Sangkaeng, GRP juga terus berkomitmen dalam penerapan Environmental Social Governance (ESG). “Antara lain, melalui pelestarian lingungan yang bersih, pengurangan emisi karbon dan kegiatan sosial di masyarakat sekitar pabrik,” pungkasnya. (OL-13)

Baca Juga: Penjualan Ritel Daihatsu Naik 36,2% Hingga Agustus 2021

BERITA TERKAIT