14 September 2021, 14:07 WIB

11 Startup Terpilih Ikut FinTech Innovation Lab Asia-Pacific 2021


mediaindonesia.com | Ekonomi

ACCENTURE (NYSE: ACN) mengumumkan 11 perusahaan fintech terkemuka terpilih untuk berpartisipasi dalam FinTech Innovation Lab Asia Pacific 2021 yang diselenggarakan bersama dengan Cyberport Hong Kong.

Perusahaan-perusahaan terpilih ini disambut secara resmi oleh para tamu kehormatan yaitu Secretary for Financial Services and the Treasury, Wilayah Administratif Khusus Hong Kong (Special Administrative Region, SAR) Christopher Hui serta Chief Fintech Officer di Fintech Facilitation Office, Otoritas Moneter Hong Kong (Hong Kong Monetary Authority, HKMA) Nelson Chow.

Program The Lab adalah program akselerator global unggulan yang dibentuk oleh Accenture dan berlangsung selama 12 minggu. Dalam program ini, para startup fintech terpilih akan mendapatkan bimbingan dari lembaga keuangan terkemuka yang membantu mereka dalam menyempurnakan dan meningkatkan skala bisnis.

Sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 2014, The Lab telah menerima lebih dari 1.350 pendaftar, dengan 59 perusahaan alumni program tersebut telah meraup pendanaan sebesar lebih dari US$716 juta.

Tahun ini, program tersebut menerima pendaftaran dari 28 negara. Para pendaftar diundang berdiskusi untuk membahas topik-topik utama dalam layanan keuangan, termasuk mata uang digital, manajemen standar dan risiko Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (LST atau ESG-Environmental, Social, Governance), peningkatan tingkat keterlibatan klien serta pengembangan layanan manajemen keuangan dan asuransi di Asia Pasifik.

Berikut ini adalah kesebelas startup terpilih yang berasal dari enam negara dengan memanfaatkan teknologi seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence, AI), blockchain, dan analitik big data:

1. Advanced Alternative Investment Systems Ltd (Kanada) 
2. Alpha Fintech (Singapura) 
3. Asiabots (Hong Kong) 
4. CONTRENDIAN Limited (Hong Kong)
5. Diginex (Hong Kong)
6. IPification (Hong Kong)
7. Lagoon (Israel)
8. Perx Technologies (Singapura)
9. PT Ayopop Teknologi Indonesia (Ayoconnect) (Indonesia)
10. Qantev (Prancis) 
11. Seleya Technologies (Hong Kong)

Kesebelas startup tersebut akan bekerja sama dengan berbagai eksekutif senior dari lembaga keuangan yang turut berpartisipasi, termasuk AIA; Bank of America; China Construction Bank (Asia); Credit Suisse; Generali; Hang Seng Bank; HSBC; ICBC (Asia); J.P. Morgan; Macquarie Group; Malayan Banking Berhad; Manulife; Morgan Stanley; Mox Bank; QBE; Societe Generale; Sun Life, dan Zurich Insurance Company Ltd.

"Seiring dengan bertambahnya kecepatan pengadopsian solusi fintech di kawasan Asia Pasifik, kami tetap berkomitmen untuk mengembangkan ekosistem yang sehat dan berkembang untuk para startup dan lembaga keuangan," kata Managing Director Accenture Fergus Gordon, yang memimpin praktik industri perbankan mereka di Asia Pasifik, Latin Amerika, Afrika dan Timur Tengah.

"Kawasan ini adalah sebuah lahan subur untuk pertumbuhan dan inovasi dalam industri jasa keuangan. The Lab akan menjadi sebuah platform bagi para startup dan lembaga keuangan yang berpartisipasi untuk berkumpul dan mengeksplorasi metode perkembangan yang layak untuk mempercepat kemajuan sektor jasa keuangan di kawasan ini."

The Lab 2021 dimulai resmi sejak minggu pertama September, memberi akses bagi perusahaan startup ke dalam ekosistem dan mitra global Accenture. The Lab tahun ini juga menjalin kemitraan lebih erat dengan Hong Kong Cyberport, yang menyediakan kesempatan bagi para startup untuk berpartisipasi dalam Program Inkubasi Cyberport (Cyberport Incubation Program, CIP). Program dua tahun tersebut akan memberikan berbagai dukungan bisnis, profesional, dan bimbingan mentor kepada startup terpilih.

CEO Cyberport Peter Yan mengatakan sebagai pusat fintech terkemuka di Hong Kong, pihaknya sangat senang dapat kembali berkolaborasi dengan Accenture untuk menyelenggarakan FinTech Innovation Lab Asia Pacific.

"Sekelompok startup fintech terkemuka dari seluruh dunia akan berkumpul dalam program ini, dan kami akan memaksimalkan potensi mereka melalui pelatihan komprehensif dengan dukungan penuh dari lembaga keuangan ternama," ungkap Yan.

Program ini akan mencapai puncaknya pada bulan November, saat para peserta mempresentasikan solusi mereka di Hari Demo (Demo Day) secara virtual kepada sekelompok audiensi yang terdiri dari para pemodal ventura dan eksekutif industri keuangan.(RO/OL-5)

BERITA TERKAIT