14 September 2021, 10:22 WIB

Tren Kasus Covid-19 Turun, IHSG Diperkirakan Rebound


Fetry Wuryasti | Ekonomi

INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (14/9), dibuka pada level 6.100,63, dari penutupan kemarin di level 6.088,15.

Pergerakan kemungkinan akan menguat terbatas dengan minimnya sentimen dari data ekonomi di awal pekan ini, dibayangi kekhawatiran akibat rencana Tapering The Fed, namun nuga juga akan didorong jumlah kasus Covid-19 yang sudah menurun signifikan. Pagi ini pasar regional dibuka menguat, dengan Kospi +0,44%, dan Nikkei +0,42%.

"Minggu ini akan ada rilis data neraca dagang Indonesia yang diperkirakan dapat menjadi sentimen penggerak indeks dalam negeri. IHSG kami perkirakan akan rebound mengikuti pergerakan bursa regional dan global," kata Head of Equity Research Samuel Sekuritas Indonesia Suria Dharma, Selasa (14/9).

Pasar AS bergerak bercampur semalam. Indeks Dow Jones naik +0,76%, S&P 500 menguat +0,23%, sedangkan Nasdaq turun -0,07%.

Perhatian investor AS akan tertuju pada kemungkinan pengesahan paket anggaran USD 3,5 triliun oleh Presiden AS Joe Biden. Partai Demokrat sedang berencana untuk meningkatkan pajak korporat dan pribadi menjadi 26,5% dan 39,6% secara berurutan untuk mendanai pengeluaran tersebut.

Selanjutnya investor diperkirakan akan mengantisipasi data inflasi AS, yang akan rilis malam ini yang diperkirakan akan menjadi salah satu penentu bilamana The Fed akan mengurangi program pembelian assetnya.

Investor berekspektasi harga meningkat sebanyak 0,4% dari bulan Agustus dan 5,4% YoY. Ekspektasi tersebut masih sejalan dengan harga produsen ang terus meningkat ka 8,3% YoY selama bulan Agustus. Imbal hasil Yield UST 10Y turun ke level 1,33%, diikuti USD index yang naik +0,03% ke level 92,61. (OL-13)

Baca Juga: 600 Metrik Ton Kopi Lampung Diekspor ke Mesir

BERITA TERKAIT