13 September 2021, 22:25 WIB

Aluminium Capai Harga Tertinggi dalam 13 Tahun


Mediaindonesia.com | Ekonomi

ALUMINIUM mencapai US$3.000 per ton untuk pertama kali dalam 13 tahun pada Senin (13/9). Ini meningkatkan kekhawatiran inflasi yang pada gilirannya meningkatkan dolar AS karena para pedagang mengincar suku bunga yang lebih tinggi untuk menjinakkan harga yang tidak terkendali.

Ekuitas Asia diperdagangkan beragam karena investor menimbang harapan untuk hubungan perdagangan AS-Tiongkok yang lebih baik terhadap peraturan lebih lanjut dari Beijing pada sektor teknologi Negeri Tirai Bambu itu. Pasar saham utama Eropa menguat dan Wall Street dibuka lebih tinggi.

Sentimen telah terangkat oleh berita bahwa Presiden AS Joe Biden mengadakan pembicaraan pada Jumat dengan pemimpin Tiongkok Xi Jinping dalam upaya untuk memperlancar hubungan antara negara adidaya. Pada saat yang sama, kehati-hatian pasar bertahan setelah data menunjukkan inflasi barang pabrik AS telah melonjak pada Agustus ke level tertinggi sepanjang masa 8,3%.

Angka tersebut sebagian didorong oleh kenaikan tajam harga komoditas. Kekhawatiran yang disorot oleh berita yaitu aluminium telah mencapai US$3.000 per ton untuk pertama kali dalam 13 tahun karena masalah pasokan global.

"Melonjaknya harga komoditas menunjukkan sedikit tanda akan berhenti," kata Joshua Mahony, analis pasar senior di grup perdagangan IG, karena harga minyak naik 1% lagi pada Senin. Setelah mencapai angka US$3.000, aluminium pun turun kembali ke US$2.924 pada perdagangan sore di London Metal Exchange. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT