13 September 2021, 16:41 WIB

Bendungan Sadawarna Ditargetkan Rampung Agustus 2022


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

SALAH  satu bendungan yang tengah diselesaikan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) adalah Bendungan Sadawarna di Kabupaten Subang, Jawa Barat. Dibangun sejak November 2018, Bendungan Sadawarna ditargetkan selesai Agustus 2022. Pembangunan dilaksanakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai Citarum, Ditjen Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PUPR dengan total biaya APBN sebesar Rp 1,9 triliun. 

"Pembangunan bendungan akan diikuti dengan pembangunan jaringan irigasinya, sehingga dengan adanya suplai air yang kontinu, petani bisa bertambah menjadi 2-3 kali tanam setahun,"  kata Menteri PUPR Basuki Hadimoeljono dalam keterangannya, Senin (13/9).

Bendungan Sadawarna merupakan salah satu Program Strategis Nasional di bidang Sumber Daya Air. PUPR menjabarkan, bendungan ini bakal mampu menampung 44,61 juta m3 untuk mensuplai irigasi seluas 4.500 hektare di Kabupaten Subang dan Indramayu.

Diharapkan suplai air irigasi dari Bendungan Sadawarna dapat membantu petani meningkatkan intensitas tanamnya jika dibandingkan dengan metode tadah hujan yang hanya satu kali dalam setahun. 

Bendungan Sadawarna juga dipersiapkan untuk memasok air baku sebesar 0,36 hingga 1 m3/detik untuk Kawasan Pelabuhan Patimban dan Pantura Jawa Barat, khususnya Kabupaten Subang, Indramayu, dan Sumedang, serta memiliki potensi sumber pembangkit listrik sebesar (PLTA) sebesar 2 MW.

Pembangunan Bendungan Sadawarna dibagi dalam dua paket yakni Paket pertama dikerjakan Kerja Sama Operasi (KSO) PT. Wijaya Karya - PT Daya Mulia Turangga - PT Barata Indonesia dengan nilai kontrak sebesar Rp1 triliun.

Pekerjaan Paket I meliputi bendungan utama, bangunan pengambilan, hidromekanikal dan elektrikal, serta bangunan pengelak. Berdasarkan data progres pengerjaan Paket I hingga saat ini mencapai 58,65%. 

Sedangkan Paket II dikerjakan KSO PT. Nindya Karya – PT Adhi Karya senilai Rp907,6 miliar yang meliputi spillway, jalan akses, dan bangunan fasilitas. Berdasarkan data progres konstruksi paket II hingga saat ini mencapai 54,58%. Bendungan Sadawarna akan membendung Daerah Aliran Sungai Cipunagara yang memiliki panjang 137 Km mengalir dari Gunung Bukit Tunggul di Pegunungan Bandung Utara dan bermuara ke Laut Jawa, tepatnya di wilayah utara Jawa Barat. (OL-8)

 

BERITA TERKAIT