13 September 2021, 10:41 WIB

Segmen Hunian Menengah Atas Prospektif, Jaya Real Property Luncurkan Klaster Baru


Ghani Nurcahyadi | Ekonomi

KAWASAN Serpong, Tangerang Selatan, Banten, tidak pernah sepi dengan proyek hunian baru, baik apartemen maupun rumah tapak. Selama triwulan pertama 2021 hingga enam bulan berikutnya cukup banyak pengembang meluncurkan realestat dan klaster baru. Segmentasinya bervariasi dari hunian menengah hingga menengah atas.

Salah satunya PT Jaya Real Property yang meluncurkan klaster baru bertajuk Dammara @CBD SilkTown dengan pengembangan seluas 1,7 hektar di dalam kawasan superblok kondominium Silktown, Serpong Utara. 

Klaster Dammara @CBD SilkTown terdiri atas 68 unit rumah. Tersedia dua tipe yaitu tipe Cinnamon dengan luas bangunan 121 m2 di atas lahan 105 m2 (7x15) dan tipe Cedarwood luas bangunan 135 m2 dan kaveling 120 m2 (8x15). Setiap tipe merupakan rumah dua lantai dilengkapi kamar tidur 3+1, kamar mandi 3+1 dan carport untuk dua unit mobil. Rumah-rumah di Cluster Dammara dibanderol mulai Rp 2.5 miliar per unit.

“Setiap rumah dirancang terdiri atas satu master bedroom, dua kamar anak, satu kamar pembantu. Segmen rumah ini konsumen A+,” ujar Adyuta Danapramita, Manager Pemasaran Graha Raya melalui keterangan pers. 

Adyuta mengklaim Dammara akan menjadi klaster eksklusif di SilkTown dan menjadi brand tersendiri di kawasan itu. Di dalam perumahan ini akan dibangun banyak communal space, jalur berlari (jogging track) dan tempat bermain untuk anak-anak sebagai pelengkap fasilitas.

Dammara dikembangkan untuk meladeni multisegmen yaitu baik enduser (membeli untuk dihuni) maupun investor (membeli untuk dijadikan aset investasi) usia produktif dan mapan di atas 35 tahun. Adyuta menyebut, pihaknya optimistus bermain di segmen tersebut karena konsumen sudah tahu standar kualitas yang akan diterima.

Langgam rumah didesain modern minimalis. Penampilan desain fasad bermain dengan garis-garis tegas dan bersih dari detail yang rumit. Kaca-kaca vertikal di bagian tengah yang menutup bagian jendela dan pintu dikomposisikan secara presisi untuk menghadirkan karakter elegan, modern namun tetap dinamis.

Lantai satu dilengkapi ruang keluarga yang menempati area tengah bangunan dan dirancang cukup luas dengan pandangan langsung ke teras dan halaman belakang. Area ini juga memiliki akses ke area servis di sampingnya yang terdiri dari dapur, service area dan toilet juga ruang cuci. 

Lantai atas difokuskan untuk area privat penghuni. Kamar tidur utama lengkap dengan toilet menempati area terluas di sisi depan menghadap ke balkon dengan jendela kaca besar untuk optimalisasi cahaya matahari alami dan pandangan ke luar yang luas. Terdapat dua kamar tidur anak dengan satu kamar mandi terpisah di sisi lainnya.

"Kita ingin ruang luar menyatu dengan ruang dalam, kuncinya bagaimana memaksimalkan lahan yang ada,” imbuh Adyuta.

Adyuta menjelaskan, pihaknya meluncurkan rumah di atas Rp2 miliar untuk mengisi kekosongan segmen ini di koridor perumahan Bintaro Jaya dan Alam Sutera yang rata-rata harga rumahnya di atas Rp4 miliar. 

Di Bintaro Jaya rumah premium dibanderol seharga Rp5-7 miliar di Kebayoran Residence dan Discovery Residence. Sedangkan Alam Sutera rata-rata rumahnya Rp5 - 8 miliar di Cluster Sutera Winona. 

Baca juga : Proyeksi Pendapatan Rp1,7 Triliun, Saham PPRO Dinilai Prospektif

“Kami menawarkan alternatif memiliki rumah premium dengan harga kompetitif, terebih dari sisi lokasi Cluster Dammara sangat diuntungkan karena diapit dua perumahan besar tersebut,” jelasnya.

Serpong, Tangerang Selatan sendiri, kata Adyuta, masih dipandang sebagai wilayah paling prospektif pengembangan real estatenya, karena mengakomodasi banyak proyek berskala kota yang dilengkapi fasilitas komplit. 

April lalu Presiden Joko Widodo beserta Kementerian PUPR meresmikan jalan tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) 2 Cinere-Serpong-Kunciran-Bandara Soekarno Hatta dengan gerbang tol terdekat, yaitu exit tol Parigi hanya semenit dari kawasan Graha Raya. Lokasinya makin strategis setelah dibukanya exit tol Alam Sutera di ruas tol Jakarta-Merak. Dari exit tol tersebut ke Graha Raya sekitar 10 menit.

“Pengoperasian jalan tol ini membuat kawasan di sekitar JORR W2 semakin terbuka dan mudah diakses dari berbagai kawasan. Ke Bandara Soekarno Hatta juga makin singkat karena tidak lagi melalui jalan tol dalam kota yang cukup jauh dan macet. Pun orang-orang dari Jakarta Barat terutama Kebon Jeruk dan Puri Kembangan sangat mudah menuju Graha Raya dan sekitarnya,” terang Adyuta.

Untuk meringankan konsumen di era pandemi ini, selain menikmati bebas Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk pembelian rumah di Dammara @CBD SilkTown, konsumen juga free uang muka jika membeli dengan Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Konsumen juga bisa membeli dengan pembayaran tunai bertahap maksimal 24 kali. 

“Banyak stimulus dan insentif yang akan kami berikan agar memudahkan konsumen memiliki rumah. Kami optimis pasar akan bergerak membaik selama produk dan konsep cara bayarnya tepat,” pungkasnya. (RO/OL-7) 

BERITA TERKAIT