11 September 2021, 20:45 WIB

Penting bagi Perusahaan Pahami Kebutuhan Karyawan


M Ilham Ramadhan | Ekonomi


KEPEDULIAN  dan kesepahaman atas kebutuhan karyawan mutlak dimengerti oleh perusahaan. Sebab, hal itu akan mendorong loyalitas dan peningkatan produktivitas pekerja yang berimplikasi positif pada perusahaan.

Demikian disampaikan HR Professional dan Content Creator Samuel Ray dalam Allianz Indonesia Media Webinar bertajuk Pahami Pentingnya Perlindungan bagi Karyawan di Tengah Pandemi, Sabtu (11/9). 

Perusahaan Indonesia, kata dia, mesti belajar dari fenomena The Great Resignation yang terjadi di Amerika Serikat.

"Fenomena itu terjadi di tengah pandemi, tapi sebenarnya itu juga bisa diantisipasi oleh perusahaan agar hal tersebut tidak terjadi," ungkap Samuel.

Langkah pertana yang dapat diambil oleh perusahaan ialah menerapkan model kerja hibrida. Perusahaan mesti bisa beradaptasi pada model kerja tersebut. Sebab, selama pandemi covid-19 merebak, terdapat perubahan model kerja secara drastis.

Bekerja dari rumah secara penuh maupun sebagian dinilai akan berlangsung tak hanya di masa pandemi, tapi juga pascapandemi. Hal itu mesti dipertimbangkan oleh perusahaan.

"Tapi saya percaya kita tidak akan kembali ke 9-5 seperti sebelum pandemi. Jadi ke depan bukan tidak mungkin, ada satu kantor pusat, ada home office," ujar Samuel.

Hal kedua ialah memperkenankan karyawan untuk melakukan kerja jarak jauh (remote working). Bagian personalia perusahaan, menurut Samuel, mesti bisa menerima tuntutan itu dan menyesuaikan kebutuhan karyawan. Pasalnya, penerapan teknologi telah terakselerasi di tengah pandemi dan terbukti berhasil.

Berkaitan dengan remote working, jenjang karir ke depan juga nilai tak lagi berlaku linear. Itu karena tempat kerja tak lagi tersentralisasi satu gedung dan mengakibatkan munculnya pekerjaan dilakukan berdasarkan proyek.

Berikutnya ialah memastikan kesejahteraan karyawan. Poin ini menurut Samuel tak kalah penting dengan yang lain. Perusahaan, menurutnya, harus mampu menjamin kesejahteraan pekerjanya. Hal itu tak melulu diukur dari nominal rupiah yang dibayarkan tiap bulannya, tapi melalui benefit lain seperti asuransi kesehatan dan lainnya.

"Perusahaan harus bisa memberikan better health insurance, memberikan asuransi kesehatan yang baik karena karyawan sudah mengetahui mana yang layak. Ini agar karyawan merasa nyaman di perusahaan," imbuh Samuel.

"Saya mengutip pernyataan Anthony Klotz yang mengatakan pandemi ini membuat orang menyadari bahwa pekerjaan mereka harus berkontribusi pada kebahagiaan dan arti hidup. Ini jadi tantangan bagi perusahaan, bagaimana memberikan kebahagiaan dan arti hidup bagi karyawan," sambungnya.

Di kesempatan yang sama Head of Health Product Marketing and Health Service Development PT Asuransi Allianz Life Indonesia Sukarno Soewignjo mengungkapkan, jaminan kesehatan karyawan di sebuah perusahaan merupakan poin penting yang tak boleh dilewatkan.

"Karena mereka akan mendpatkan peace of mind. Dengan perusahaan menunjukkan kepedulian, imbal baliknya adalah loyalitas meningkat, dan akan berujung pada peningkatan produktivitas karyawan sendiri," kata Sukarno.

"Bagi perusahan, ini akan meningkatkan daya saing dan reputasi perusahaan. Karena saat ini banyak tenaga kerja yang melihat atribut lain dalam memilih pekerjaan, salah satunya adalah benefit lain selain gaji," tambahnya. (Mir/E-1)

BERITA TERKAIT