10 September 2021, 19:19 WIB

BUMD Miliki Peran Strategis dalam Pembangunan Daerah


mediaindonesia.com | Ekonomi

AJANG penghargaan Top BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) Awards 2021 kembali diberikan oleh majalah Top Business bersama Institut Otonomi Daerah (i-OTDA) dan Lembaga Kajian Nawacita (LKN), serta beberapa lembaga tim penilai, bertempat di Dian Ballroom, Hotel Raffles, Jakarta, Jumat (10/9).

Kegiatan Top BUMD Awards ini, diselenggarakan secara berkesinambungan setiap tahun, sejak tahun 2016. Untuk memenuhi Protokol Kesehatan, acara penghargaan yang dihadiri 600 peserta termasuk Kepala daerah dan TOP manajemen BUMD seluruh Indonesia ini, dibagi dalam dua sesi, sore dan malam.

Tema yang diangkat dalam Top BUMD Awards 2021 ini adalah “Membangun Kinerja dan Layanan BUMD tetap Produktif di masa Pandemi Covid-19”.

Ada beberapa BUMD hebat yang meraih penghargaan tertinggi, yakni Top BUMD level bintang 5, sekaligus meraih penghargaan paling bergengsi, yakni Top of The Top BUMD 2021.

BUMD tersebut adalah Perumdam Tirta Kerta Raharja Kabupaten Tangerang (Banten), Perumda Kanjuruhan Kabupaten Malang (Jawa Timur), PDAM Tirta Bhagasasi, Perumda Air Minum  Apa' Mening Kabupaten Malinau (Kalimantan Utara). 

Selain itu juga ada, Bank Jateng, Bank Jatim Tbk, BPR Bank Bapas 69 Kabupaten Magelang, BPR Bank Sleman, PT Agro Jabar, serta RSUD Iskak Tulungagung. Masih ada beberapa BUMD terbaik lainnya yang mendapatkan penghargaan Top BUMD Awards 2021.

Dalam sambutannya, Jumat (9/9), Ketua Penyelenggara Top BUMD Awards 2021, M. Lutfi Handayani yang juga Pemimpin Redaksi Majalah Top Business, mengatakan," Top BUMD Awards, Insya Allah merupakan kegiatan award BUMD Terbesar di Indonesia. Kegiatan Top BUMD Awards, diselenggarakan setiap tahun oleh Majalah Top Business, sejak 2016."

Top BUMD Awards adalah kegiatan pembelajaran dan pemberian penghargaan BUMD yang tertinggi di Indonesia, yang diberikan kepada BUMD-BUMD terbaik, yang dinilai berkinerja baik, banyak melakukan improvement atau inovasi perbaikan, telah berkontribusi besar dalam pembangunan daerah, dan memiliki strategi dan inovasi di masa pandemi Covid-19 agar bisnis tetap tumbuh berkelanjutan.

Top BUMD Awards 2021 ini, diikuti oleh 182 BUMD dari total sekitar 1.149 BUMD di Indonesia. Dengan jumlah tersebut, terjadi peningkatan 12% jika  dibanding dengan tahun 2020 yang sebanyak 163 BUMD.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 172 BUMD yang mengikuti proses penilaian secara lengkap, termasuk wawancara penjurian, atau meningkat sebesar 44% dari tahun 2020.

Penilaian dilakukan secara obyektif dan independen. Di sini, sejumlah lembaga penilai dan konsultan yang ikut sebagai penilai. Antara lain Institut Otonomi Daerah, FEB Universitas Padjadjaran Bandung, LKN, Solusi Kinerja Bisnis (SKB), Asia Business Research Center; Sinergi Daya Prima; Melani K. Harriman Associates; Dwika Consulting; dan lain-lain.

“Dengan segala kerendahan hati, mudah-mudahan, kegiatan TOP upBUMD Awards ini, terus menjadi kegiatan BUMD Awards yang terbesar, paling kredibel, paling bermanfaat di Indonesia,” ujar Lutfi.

Kegiatan Top BUMD Awards, bukan hanya sekadar kegiatan pemberian penghargaan. Namun didalamnya, mengedepankan aspek pembelajaran bersama, terutama untuk BUMD peserta.

Ajang tersebut selalu membudayakan adanya Sesi Nilai Tambah dalam wawancara penjurian atau award yang diselenggarakan oleh Majalah Top Business. Dalam Sesi Nilai tambah tersebut, dewan juri memberikan input, saran, dan masukan kepada peserta, sebagai feedback untuk perbaikan ke depan.

Nah, inilah yang menjadi salah satu keunggulan Top BUMD Awards dibanding award-award lainnya. Hal tersebut juga menjadi daya tarik bagi para BUMD. Selain mengikuti kegiatan penghargaan, para BUMD peserta, seolah mendapat konsultasi gratis dari para pakar dan dewan juri.

BUMD harus didukung semua pihak

Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti ,menegaskan tentang pentingnya semua pihak mendukung BUMD.

"Jelas, bahwa BUMD memiliki peran yang sangat strategis dalam pembangunan daerah," kata LaNyala.

Menurut Ketua DPD, BUMD memiliki peran di antaranya adalah meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah, sebagai sumber pendapatan daerah, membuka lapangan kerja dan menyerap tenaga kerja, serta mengurangi pengangguran, dan memenuhi dan memudahkan kebutuhan masyarakat. (RO/OL-09)

 

 

BERITA TERKAIT