09 September 2021, 20:33 WIB

BRI Nilai Holding Ultra Mikro Jadi Sumber Pertumbuhan Baru


Fetry Wuryasti |

DIREKTUR Utama PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Sunarso mengungkapkan upaya meraup keuntungan dari sinergi Holding Ultra Mikro dengan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) dan PT Pegadaian (Persero). Dalam hal ini, untuk mewujudkan sumber pertumbuhan baru.

"PNM dan Pegadaian bisa melakukan kolaborasi, join lokasi, IT bersama, produk layanan cross selling. Yang paling utama, nanti PNM dan Pegadaian sumber dana tidak dari masyarakat, tapi dari perbankan dan pasar modal," jelas Sunarso dalam Public Expose Live 2021, Kamis (9/9).

Penggabungan ketiga lembaga keuangan bukan upaya merger, melainkan entitas masing-masing. Serta, tetap fokus pada kompetensi setiap perusahaan. "Namun, diwadahi holding untuk ekosistem ultra mikro. Supaya nasabah bisa didorong naik kelas secara tersistem dan terstruktur," imbuh Sunarso.

Baca juga: BNI Butuh Suntikan PMN untuk Penguatan Modal Inti

Lebih lanjut, dia menyoroti tantangan dalam pelaksanaan holding ultra mikro. Seperti, menurunkan komponen biaya dan luasnya penanganan jaringan pengusaha mikro. Menurutnya, hal tersebut membutuhkan operasional yang tinggi. 

Agar biaya bisa diturunkan, setidaknya ada dua hal yang perlu dilakukan. Pertama, mendekati sumber pendanaan, lalu kedua dengan proses digitalisasi. Sehingga, operational cost dan operational risk bisa ditekan.

Baca juga: Berdayakan Ekonomi Perempuan, Pemerintah Luncurkan Seruni

Melalui ekosistem ultra mikro, BRI bersama Pegadaian dan PNM memiliki aspirasi untuk menciptakan integrated journey bagi pelaku usaha. Upaya ini juga akan menjadi embrio pertumbuhan di segmen mikro dan kecil.

Nantinya, PNM melalui model bisnis group lending, akan memberikan program pemberdayaan kepada nasabah yang unfeasible dan unbanked. Kemudian, saat kapasitas bisnis nasabah PNM meningkat, dapat ditawarkan produk ultra mikro BRI dan Pegadaian.

"Tujuan akhir dari integrated journey dalam ekosistem ultra mikro, yaitu nasabah UMi dapat berkembang menjadi pengusaha dengan kapasitas bisnis yang lebih matang dan siap naik kelas ke segmen mikro," papar Sunarso.(OL-11)
 

BERITA TERKAIT