09 September 2021, 14:31 WIB

Sepanjang 2021, 240 Unit Infrastruktur Pengisian Listrik Terpasang


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

KEMENTERIAN Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan, pemasangan Infrastruktur Pengisian Listrik (IPL) untuk mempercepat ekosistem Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) baru mencapai 240 unit dari target 390 unit pada semester I 2021.

Infrastruktur pengisian kendaraan listrik itu tersebar di Indonesia dengan penempatan di pusat perbelanjaan, kantor PT PLN (Persero), Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU), gelanggang olahraga, bandara, ruas tol, perkantoran, dealer resmi, hingga pool taksi.

Baca juga: HUT Ke-15, Watsons Kembali Gelar Penghargaan HWB Awards 2021

"Sebanyak 240 unit infrastruktur tersebut terdiri dari 166 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan instalasi privat electric vehicle (EV) charging station, serta 74 Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU)," kata Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan ESDM Munir Ahmad dalam keterangannya, Kamis (9/9).

Selain itu, Munir juga memaparkan capaian Ditjen Ketenagalistrikan terkait rasio elektrifikasi, susut jaringan, dan penambahan pembangkit, transmisi, gardu induk, dan jaringan distribusi. Untuk rasio elektrifikasi nasional pada 2021 memiliki target sebesar 100%. Artinya, semua rumah tangga di Indonesia memiliki akses energi listrik.

"Berdasarkan berita acara penetapan, rasio elektrifikasi nasional sampai dengan semester I/2021 sebesar 99,37%," terangnya.

Terkait susut jaringan tenaga listrik sampai dengan triwulan I 2021 dilaporkan sebesar 9,00% sesuai dengan Surat Penetapan Realisasi Susut Jaringan PT PLN (Persero) pada 17 Juni 2021. Pada tahun ini, target susut jaringan tenaga listrik sebesar 9,01%.

Munir juga menjelaskan, hingga semester I 2021 ada penambahan pembangkit 679,59 MW, transmisi 1.203,31 kms, gardu induk 2.930 MVA, dan jaringan distribusi 6.951,56 kms.

"Pemerintah tetap menjamin dampak pandemi Covid-19 tidak akan mengganggu keamanan pasokan listrik dan dipastikan kondisi cadangan aman pada sistem ketenagalistrikan," tutup Munir. (OL-6)
 

BERITA TERKAIT