08 September 2021, 22:46 WIB

Sistem Pembayaran Tol Tanpa Setop Beroperasi September 2022


mediaindonesia.com | Ekonomi

WACANA pemerintah untuk mengganti sistem pembayaran jalan Tol ke sistem pembayaran Tol tanpa tap in atau yang lebih populer disebut Multi Lane Free Flow (MLFF) menjadi topik Diskusi Publik bertema Reformasi Sistem Transaksi Tol sebagai Upaya Meningkatkan Pelayanan Kepada Pelanggan. Diskusi virtual yang digelar pada Rabu (8/9) ini merupakan hasil kerja sama antara Insitut Studi Transportasi (Instran) dengan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI).

Menurut Kepala Badan Pengusaha Jalan Tol (BPJT) Prof Dr Danang Parikesit, penerapan MLFF yang dimulai bertahap pada September 2022 yang ditargetkan penuh pada 2023 ini memiliki banyak manfaat seperti, menghilangkan potensi kemacetan di gerbang tol, serta mengurangi polusi dan emisi karbon

"Sistem tersebut dapat menghemat waktu 30 detik hingga 5 menit yang biasanya digunakan untuk bertransaksi di gerbang tol dan mengurangi emisi hingga 35%," ungkap Prof Dr Danang, dalam diskusi virtual, Rabu (8/9).

ia juga menambahkan bahw sistem ini juga mendukung digitalisasi pembayaran dengan membuka seluruh opsi pembayaran yang dapat dipantau secara aktual, serta eningkatkan efisiensi biaya operasional tol dengan jaminan penerimaan 100% pendapatan tol.  

Untuk merealisasikan hal ini BPJT merangkul PT Roatex Indonesia Toll System (RITS) untuk meluncurkan aplikasi MLFF menggunakan teknologi berbasis Global Navigation Satellite System (GNSS) yan memungkinkan pengendara melakukan transaksi tol non tunai nirsentuh tersebut.  

Project Manager Supply Chain and Business Relation RITS Emil Iskandar menjelaskan, karena proses transaksi dilakukan melalui aplikasi khusus dengan memanfaatkan konektivitas telepon pintar dan satelit, maka tidak perlu lagi adanya gerbang dan pintu tol sehingga meningkatkan efisiensi, kenyamanan dan keamanan.

"Pengguna dapat masuk keluar jalan tol tanpa hambatan dan tarif tol nantinya akan terpotong otomatis dari saldo pengguna melalui aplikasi yang berfungsi sebagai On Board Unit (OBU) elektronik atau e-OBU saat melewati sensor pada akses masuk tol. Selanjutnya, penerapan MLFF akan menggunakan teknologi GNSS untuk mengenali dan menentukan posisi kendaraan yang masuk ke jalan tol," imbuh Emil.

Mantan Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia (DKSP BI) Apep MK Noormansyah menyambut baik adanya sistem transaksi nontunai berbasis MLFF karena merupakan suatu perubahan mindset ke arah yang positif. 

"Dengan sistem ini, masyarakat jadi lebih mudah dan efektif dalam metode pembayaran. Misalnyapun tidak memiliki rekening bank, tetap banyak opsi payment gateway lain yang bisa digunakan," usul Apep.

Diskusi virtual yang berlangsung selama lebih dari dua jam ini juga dihadiri oleh Krist Ade Sudiyono selaku Sekjen Asosiasi Jalan Tol Indonesia (ATI), Resdiansyah Ph D dari Intelligent Transport System (ITS) Indonesia, dan Sudaryatmo mewakili Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI). (S-4)

BERITA TERKAIT