05 September 2021, 19:15 WIB

Guru Besar IPB: Keberadaan Sawit Meningkatkan Taraf Hidup Petani


Despian Nurhidayat | Ekonomi

Menyoal stigma negatif yang ada di masyarakat terkait kelapa sawit, Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) Professor Hermanto Siregar menegaskan bahwa kelapa sawit memiliki beberapa dampak positif yang perlu diperhatikan oleh masyarakat.

Salah satunya, keberadaan kebun kelapa sawit secara umum telah meningkatkan pendapatan para petani khususnya petani sawit dan hal menurunkan angka kemiskinan di pedesaan.

"Masyarakat harus memandang kelapa sawit secara komprehensif, semua tanaman keras itu memiliki dampak terhadap lingkungan jika tidak dilakukan dengan benar. Selain itu, kebun kelapa sawit itu membuat taraf hidup petani kelapa sawit meningkat di pedesaan dan terhindar dari kemiskinan," ungkapnya kepada Media Indonesia, Minggu (5/9).

Menurut Hermanto, pengembangan kelapa sawit yang dilakukan di kawasan yang tidak terdapat tumbuhan akan membantu membuat kawasan tersebut jadi lebih hijau. Ini merupakan salah satu contoh pemanfaatan kebun kelapa sawit yang baik.

Selain itu, dia berpendapat bahwa isu negatif terhafap sawit merupakan karangan produsen minyak nabati dari negara barat untuk meraup keuntungan dengan menjelek-jelekan sektor sawit.

"Kita bangsa Indonesia harus menyadari kampanye negatif terhadap sawit adalah agenda produsen minyak nabati dari negara-negara barat. Mereka tersaingi dengan minyak sawit yang jauh lebih tinggi produktivitasnya. Tapi kalau kita perhatikan, data impor minyak sawit oleh negara-negara tersebut, kecenderungannya justru naik," tegas Hermanto.

Oleh sebab itu, Hermanto menekankan bahwa sektor kelapa sawit nasional harus didukung secara serempak oleh seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat.

"Kampanye negatif tersebut harus dijawab dengan komunikasi yang cerdas, jangan kalah dengan kampanye negatif. Selain itu, juga perlu upaya riil menjalankan budidaya dan lainnya sesuai dengan ISPO (Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia/Indonesian Sustainable Palm Oil)," pungkasnya. (OL-12)

BERITA TERKAIT