04 September 2021, 19:21 WIB

Tahun Lalu GTS Internasional Bukukan Laba Bersih Rp233,93 Miliar


Mediaindonesia.com | Ekonomi

SEPANJANG 2020, PT GTS Internasional (GTSI) membukukan pertumbuhan kinerja yang positif. Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2020, GTSI membukukan laba bersih sekitar US$16,2 juta atau Rp233,93 miliar (kurs Rp14.440 per US$), naik dari 2019 sebesar US$10,67 juta. 

Pertumbuhan laba yang positif itu tidak terlepas dari pendapatan GTSI yang masih tumbuh menjadi US$31,33 juta pada 2020, naik dari periode sebelumnya pada 2019 sebesar US$30,17 juta. Secara rinci, kontributor pendapatan GTSI berasal dari pendapatan jasa sewa kapal yang menyumbang 97,8% dari total pendapatan GTSI di 2020. 

Demikian ungkap Wilson Sofan Direktur PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk (RELI) dalam mencermati peluang bisnis Floating Storage and Regasification Unit (FSRU) GTSI. Saat ini GTSI sedang melakukan Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) yang sudah memasuki hari kekedua masa penawaran yang akan berakhir Senin 6 September 2021. Dari rencana penggunaan dana hasil IPO tersebut yang telah diungkapkan sebelumnya pada Prospektus IPO diharapkan dapat lebih meningkatkan kinerja perusahaan jangka panjang ke depan. 

"Hal tersebut untuk mendukung kontrak-kontrak jangka panjang, seperti pengelolaan FSRU di Sulawesi bagian utara," ujar Wilson dalam keterangan tertulis, Sabtu (4/9). GTSI juga sedang intensif menjajaki beberapa pemilik proyek terkait pengadaan FSRU dan liquefied natural gas (LNG) carrier. Diharapkan mulai 2024-2025, bahkan pertengahan 2022, FSRU Jawa Satu yang sudah dikelola akhir tahun lalu itu sudah menyumbang pendapatan untuk perusahaan.

Wilson juga menambahkan, penawaran IPO GTSI menarik bagi investor karena belum ada pesaing dari lokal yang mengangkut LNG. Sementara permintaan pasar juga berpotensi meningkat seiring rencana mengurangi emisi karbon serta pemanfaatan gas yang kini sudah meluas. Sebagaimana diketahui, sistem transportasi pengangkutan gas seperti LNG tidaklah mudah, harus memenuhi sisi keamanan serta penggunaan kapal berteknologi mutakhir. Dalam hal ini GTSI memiliki keunggulan dalam pengangkutan LNG.

RELI ditunjuk sebagai sole underwiter atau penjamin tunggal pelaksana emisi saham dalam rangka pelaksanaan IPO tersebut. Sampai dengan 3 September 2021 pelaksanaan emisi saham GTSI telah tercatat yang mengajukan pemesanan pembelian smelebihi jumlah yang ditawarkan (oversubscribe) hampir 2x (kali). Hal ini salah satunya karena harga penawaran yang ditentukan yaitu Rp100 per saham merupakan valuasi harga yang terjangkau yaitu pada kisaran P/E 6 kali dengan tujuan lebih banyak masyarakat yang ikut dalam mengajukan pemesanan saham GTSI dan memiliki saham berfundamental solid.

Baca juga: Philippine Airlines Ajukan Kebangkrutan

Jumlah saham yang dikeluarkan dari IPO tersebut sebanyak 2,4 miliar saham biasa atas nama akan dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia bersama dengan saham yang sudah ditempatkan dan disetor sebelum IPO sejumlah 13,4 miliar lembar. Dengan demikian jumlah saham GTSI yang akan dicatatkan di bursa adalah 15,8 miliar lembar. (OL-14)

BERITA TERKAIT