01 September 2021, 14:18 WIB

Misi Baru Israel di Dubai Incar Megaproyek Minyak Teluk


Mediaindonesia.com | Ekonomi

DIPLOMAT top Israel di Dubai, Uni Emirat Arab, berharap kesepakatan untuk mengirim minyak Emirat akan menghapus isu lingkungan saat perdagangan meningkat setelah pembukaan hubungan kedua negara.

Ilan Sztulman Starosta, yang mengepalai konsulat pertama Israel di pusat ekonomi UEA, mengatakan kepada AFP bahwa nilai perdagangan antara kedua negara akan dengan mudah melampaui US$1 miliar dalam setahun jika pandemi covid-19 mereda. Penilaiannya datang meskipun Israel membekukan kesepakatan minyak Teluk bulan lalu karena kekhawatiran bahwa tumpahan dapat mengancam terumbu karang yang unik di Laut Merah.

Para pemerhati lingkungan telah menyuarakan kemarahan atas rencana pengiriman minyak mentah Emirat ke pelabuhan Laut Merah Israel di Eilat. Pengiriman minyak itu melalui pipa tua ke Ashkelon, Israel, di pantai Mediterania untuk selanjutnya diangkut ke Eropa.

"Sekarang ini ada masalah lingkungan. Proyek itu dibekukan karena takut pipa ini, yang sudah sangat tua, tidak cukup baik untuk dilewati minyak dan ada bahaya kebocoran," kata Sztulman Starosta dalam suatu wawancara.

"Kementerian Lingkungan membekukan program tersebut. Jadi sekarang mereka meminta orang-orang profesional untuk melihat pipa dan memeriksa yang diperlukan untuk membuat pengiriman sangat mudah. Dan akhirnya saya berharap program ini akan terbuka lagi karena hal itu merupakan kesepakatan yang sangat bagus untuk Emirates dan negara Israel."

Namun, dia berkeras hal itu tidak akan memengaruhi hubungan dengan Uni Emirat Arab jika kesepakatan itu gagal. Pertukaran bisnis antara kedua belah pihak sudah kuat. Starosta mengatakan perdagangan Israel-UEA mencapai US$500 juta pada Agustus, tidak termasuk investasi, setelah kesepakatan mulai dari pariwisata dan penerbangan hingga layanan keuangan.

"Saya konservatif sehingga pikir berpikir kami mungkin mampu menggandakan volume perdagangan dalam satu tahun, jika covid-19 hilang," katanya. "Karena potensinya sangat besar bagi kedua belah pihak. Saya pikir kami dapat dengan mudah mencapai ini."

Baca juga: Israel semakin Longgarkan Pembatasan Jalur Gaza

Sekitar 200.000 orang Israel telah mengunjungi UEA sejak pembentukan hubungan. Sztulman Starosta menambahkan sekitar 40 perusahaan Israel didirikan di zona perdagangan bebas UEA. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT