31 August 2021, 19:50 WIB

Utamakan Kesehatan, Mowilex Produksi Cat Kayu dan Besi Bebas Timbal


mediaindonesia.com | Ekonomi

TIMBAL merupakan logam beracun yang berbahaya bagi manusia dan apabila terpapar dalam jumlah yang melebihi batas toleransi. Paparan itu dapat menyebabkan gangguan pada tubuh hingga saraf. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan bahwa paparan timbal menelan biaya mencapai US$977 miliar setiap tahunnya atau setara dengan Rp14.090 triliun (kurs Rp14.422 per dollar AS) dengan sebagian besar beban jatuh pada keluarga di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.

PT Mowilex Indonesia (Mowilex) secara konsisten berinisiatif untuk memberikan solusi yang paling berkelanjutan bagi Indonesia dan konsumen setianya. Sejak meluncurkan cat berbahan dasar air pertama buatan Indonesia pada 1970, Mowilex telah melakukan inisiatif untuk menghentikan produksi cat yang mengandung timbal di atas 90 ppm pada produk Mowilex Cat Kayu dan Besi pada 2019, dan menggantinya dengan bahan pewarna organik.

Hal ini menempatkan Mowilex berada di garis terdepan pada manufaktur cat dalam upaya menghapuskan formula timbal pada cat Mowilex Kayu dan Besi secara bertahap.

Dalam sebuah acara yang dilakukan secara virtual, Presiden Direktur Mowilex, Niko Safavi, mengatakan, paparan timbal merupakan masalah kesehatan masyarakat yang utama, dan Mowilex telah menginvestasikan waktu dan sumber daya yang signifikan untuk mengatasi bahaya tersebut

"Meskipun pandemi covid-19 memperlambat kemajuan secara global, kami tetap berkomitmen untuk melindungi keluarga di Indonesia dan bumi ini dengan memfasilitasi penukaran produk Mowilex Cat Kayu dan Besi yang diproduksi sebelum 2019," ujar Niko.

Setelah berhenti memproduksi Mowilex Cat Kayu dan Besi yang mengandung timbal pada 2019, menjadikan Mowilex berada satu tahun lebih awal dari target penghentian yang ditetapkan oleh Aliansi Global untuk menghilangkan cat bertimbal.

Aliansi yang diorganisir oleh WHO dan Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa, melaporkan bahwa 79 negara telah menetapkan batasan yang mengikat secara hukum untuk produksi, impor, dan penjualan cat bertimbal per Desember 2020. Batasan itu bervariasi di tiap negara, 90 ppm di Amerika Serikat, 100 ppm di Swiss, 1.000 ppm di Australia dan Selandia Baru.

Saat ini, Indonesia masih memiliki batas fakultatif 600 ppm, meskipun menurut informasi yang diperoleh dari laman Kementerian Perindustrian RI bahwa akan ada rancangan Standar Nasional Indonesia (SNI), tentang mainan anak, eco-label, serta cat emulsi, dan ambang batas kandungan timbal yang akan ditetapkan, yakni sebesar maksimal 90 ppm.


Baca juga: Grup APRIL Beli Bus Listrik Ramah Lingkungan dari MAB


Direktur dan Kepala Riset dan Pengembangan Produk Mowilex, Novina Tjahjadi, mengatakan, bahan alternatif pengganti timbal untuk cat pelapis kayu dan besi lebih mahal.

"Namun mengikuti batas aman untuk pelanggan adalah prioritas Mowilex sehingga kami memilih untuk mengembangkan formula baru yang sesuai dengan ambang batas aman (yaitu di bawah 90 ppm) tanpa mempengaruhi kinerja dan kualitas produk. Untuk itu, langkah kami berikutnya adalah menukar sisa produk Mowilex Cat Kayu dan Besi yang diproduksi sebelum  2019, yang masih mengandung timbal di atas 90 ppm," kata Novina.

Karena itu, pihaknya telah mengampanyekan Mowilex Pasti Aman dengan mengajak para mitra toko dan distributor untuk mengajukan penukaran produk Mowilex Cat Kayu dan Besi yang diproduksi sebelum 2019, mulai dari 1 September hingga 31 Desember 2021.

"Mowilex ingin melakukan sesuatu yang lebih untuk melindungi konsumen. Sebagai perusahaan cat premium yang pertama kali memproduksi cat berbahan dasar air di Indonesia, kami bangga melakukan inisiatif ini  agar memberikan produk dengan formula terbaru yang lebih aman kepada mitra toko dan distributor," kata Niko.

Langkah yang dilakukan Mowilex ini mendapat perhatian dan apresiasi dari Asosiasi Produsen Cat Indonesia (APCI), karena kampanye ini menjadi tonggak untuk mendorong perusahaan cat lain untuk memiliki kesadaran serupa.

"APCI sangat mengapresiasi langkah Mowilex sebagai perusahaan cat pertama yang memfasilitasi penukaran produk untuk kategori cat pelapis kayu dan besi bertimbal di atas 90 ppm. Semoga langkah awal ini dapat diikuti oleh perusahaan cat lainnya demi keamanan konsumen serta lingkungan," ujar Ketua APCI, Kris Adidarma.

Kampanye Mowilex Pasti Aman adalah salah satu dari beberapa inisiatif yang menunjukkan komitmen perusahaan untuk keberlanjutan dan tanggung jawab sosial. Saat ini, Mowilex juga tengah membantu menyelamatkan 65.000 hektare hutan di Rimba Raya Biodiversity Reserve di Kalimantan, rumah bagi 105.000 orangutan kalimantan yang terancam punah. Mowilex juga mendukung perlindungan hiu paus yang terancam punah di kawasan lingkungan laut sensitif di Sumbawa.

Bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Mowilex memiliki program menanam 50.000 pohon, termasuk 5.500 pohon bakau yang sudah melindungi garis pantai dan menangkap karbon di Bali dan Purwakarta. Perusahaan berkomitmen dengan segala upaya untuk mengurangi penggunaan kemasan plastik sekali pakai sebesar 80% yang akan terealisasi sepenuhnya sebelum 2027. (RO/S-2)

BERITA TERKAIT