27 August 2021, 07:52 WIB

BNI Dukung Target 30 Juta UMKM on Boarding ke Platform Digital


mediaindonesia.com | Ekonomi

DALAM upaya meningkatkan kecintaan masyarakat atau konsumen terhadap produk lokal, Presiden Joko Widodo meluncurkan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) dan Bangga Wisata Indonesia (BWI) pada 14 Mei 2020. 

Menindaklanjuti gagasan Kepala Negara tersebut, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI bersama Kementerian Perdagangan, Bank Indonesia (BI) serta Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara berkolaborasi mendukung kampanye Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) Pelangi Sulawesi. 

Dalam hal itu para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) mendapatkan pendampingan agar produk mereka bisa bersaing secara global.

Dalam sambutannya, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, mengapresiasi UMKM yang saat ini berjumlah 15,5 juta sudah bergabung dalam perdagangan digital.

“Ini sangat bagus berkat kerja sama yang baik telah dibangun bersama pemda, BI, BNI, media, e-commerce, dan pihak lainnya,” katanya saat Peluncuran Gernas Bangga Buatan Indonesia (BBI) dan Bangga Wisata Indonesia (BWI) Pelangi Sulawesi, secara daring Kamis (26/8).

Peningkatan jumlah UMKM dalam perdagangan digital tersebut, lanjut Luhut, membuktikan hasil kerja dan semangat gotong royong dalam membangun Gernas BBI, apalagi ekonomi RI juga bergantung pada UMKM. Untuk itu, Luhut berharap, para pelaku UMKM artisan di Sulawesi Utara juga mampu naik kelas dan masuk dalam ekosistem perdagangan digital.

“Kami yakin Provinsi Sulawesi Utara akan memberi konstribusi signifikan untuk mencapai target Gernas BBI, yakni 30 juta UMKM on boarding pada 2023,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Perdagangan (Mendag), Muhammad Lutfi, menyampaikan, Gernas BBI #Pelangi Sulawesi yang mengangkat tema dari Sulawesi menuju Mancanegara bertujuan mempromosikan potensi wisata dan UMKM Likupang, Minahasa Utara, Sulawesi Utara.

“Sesuai Instruksi Presiden, kami juga akan membangun pusat jajanan kuliner dan cinderamata di Likupang sebagai bentuk dukungan kepada UMKM agar dapat memasarkan produk unggulannya di kawasan pariwisata, sehingga bisa membantu perekonomian masyarakat Likupang,” kata Mendag.

Lebih lanjut, Lutfi mengatakan, fokus utama dari kampanye Gernas BBI adalah digitalisasi UMKM. Hingga pertengahan Agustus 2021 sebanyak 15 juta lebih UMKM atau 22% dari total UMKM di seluruh di Indonesia sudah on boarding ke platform perdagangan elektronik. Dari jumlah tersebut, lebih dari 7 juta UMKM merupakan hasil on boarding selama masa kampanye Gernas BBI yang diluncurkan pada Mei 2020.

Melihat perkembangan yang sangat positif, Mendag optimistis target pemerintah untuk mendorong 30 juta UMKM untuk on boarding ke platform digital pada akhir 2023 akan tercapai, bahkan bisa melampaui target.

“Dengan perkembangan positif itu, kami juga berharap UMKM dapat ikut memicu kinerja sektor perdagangan dan membantu PEN,” kata Luthfi lagi.

Dukungan terhadap Gernas BBI dan BWI juga disampaikan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo. Menurutnya BI senantiasa mendukung Gernas BBI dan BWI sebagai langkah nyata sinergi untuk kebangkitan UMKM. Perry juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus bangga produk buatan UMKM Indonesia.

“BI berkomitmen penuh mendukung kesuksesan Gernas BBI dan BWI. Ini akan diwujudkan melalui sinergi kuat dengan kementerian dan pemerintah daerah berupa peningkatan kapasitas UMKM mendorong peningkatan permintaan serta menghubungkan UMKM dengan ekosistem ekonomi keuangan digital,” tambahnya.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey, mengaku, amat menyambut kegiatan Gernas BBI dan BWI di Sulawesi Utara. Di era pemulihan lintas sektor saat ini, lanjutnya, ajakan pada masyarakat amat penting untuk kembali membangkitkan ekonomi yang sempat lumpuh akibat pandemi. 

“Sebab itu, kegiatan ini amat kami dukung. Kami juga berterimakasih telah mengangkat derajat destinasi wisata dan produk lokal Sulawesi Utara,” tandas dia.


Mengkurasi dan dampingi UMKM
Dalam sambutannya, Wakil Direktur Utama BNI, Adi Sulistyowati atau yang akrab disapa Susi, menyampaikan, BNI selalu memberikan dukungan dalam Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan mengambil bagian dalam Gernas BBI dan Bangga Wisata Indonesia (BWI).

“Dukungan BNI dalam bentuk mengkurasi serta memberikan pendampingan kepada UMKM yang memiliki produk-produk dengan daya saing global. Proses kurasi ini telah kami lakukan ke berbagai UMKM, antara lain kerajinan kain tenun, makanan olahan hingga kopi,” jelasnya.

Kampanye Gernas BBI 2021, lanjut Susi, juga selaras dengan fokus BNI untuk mendukung sektor UMKM melalui rangkaian kegiatan Gelegar Entrepreneur. Rangkaian kegiatan tersebut meliputi Program Entrepreneur Heroes, Pasar Digital UMKM, BNI Thread Forum dan Xpora, yang membawa UMKM Indonesia menjadi lebih maju, berkembang dan melompat lebih tinggi menuju globalisasi serta digitalisasi.

“Melalui Program Xpora, BNI menawarkan solusi digital terintegrasi yang akan membantu para UMKM untuk melakukan transaksi ekspor ke pasar global,” tambahnya. 

Dari program BNI Xpora, misalnya, BNI menawarkan tiga fitur utama yang bisa dimanfaatkan pelaku UMKM, yakni Go Productive, Go Digital dan Go Global. Untuk UMKM yang eligble, lanjutnya, BNI juga memberikan kemudahan dalam hal akses permodalan, transaksi finansial, akses informasi, pendampingan dan pelatihan untuk peningkatan kapabilitas, serta akses pasar yang lebih luas.

Susi menegaskan BNI siap mendukung penuh Gernas BBI  dan BWI Pelangi di Sulawesi, serta mengajak seluruh komponen masyarakat untuk bertumpu pada kekuatan dan berdiri di atas kaki sendiri. 

“Inilah saatnya kita mengapresiasi dan percaya pada karya-karya produk saudara sebangsa,” tandasnya. (Gan/X7- 25)

BERITA TERKAIT