26 August 2021, 13:12 WIB

Luhut Optimistis Sulut Berkontribusi 30 Juta UMKM Onboarding


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

MENTERI Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengaku yakin Sulawesi Utara (Sulut) dapat memberi kontribusi yang signifikan untuk pencapaian target Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI), 30 juta unit UMKM onboarding pada 2023 mendatang.

“Kami berharap pelaku UMKM Sulut semuanya bisa naik kelas, masuk ke ekosistem digital. Kita yakin, Sulut akan memberi kontribusi yang signifikan untuk pencapaian target GerNas BBI yakni 30 juta unit UMKM onboarding pada 2023,” kata Luhut dalam keterangannya saat memberi sambutan Launching Gernas BBI- Bangga Wisata Indonesia (GerNas BBI – BWI), Kamis (26/8).

Dalam target tersebut, Menko Marves memaparkan sejak Mei 2020 hingga Juli 2021, jumlah UMKM yang onboarding mencapai 7,2 juta unit, sehingga total sudah menjadi sekitar 15-jutaan unit yang onboarding ke ekosistem digital. Peningkatan ini membuktikan hasil dari kerja sama dan semangat gotong royong yang dibangun dalam Gernas BBI.

“Kita tahu, Sulut memiliki potensi yang luar biasa. Destinasi wisata bahari sudah menjadi unggulan dan kebanggaan di daerah ini, didukung dengan ragam produk kreatif karya UMKM lokal. Selain itu, pembangunan juga terus kita kerjakan, salah satunya di Destinasi Pariwisata Super Prioritas Likupang," jelasnya.

Baca juga : Presiden: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal Ketiga akan Menurun

Kepada Gubernur Sulawesi Utara, lanjut Luhut, dirinya mengajak untuk terus mendukung UMKM di daerah. Kerahkan seluruh pejabat daerah menjadi brand ambassador, ikut mempromosikan produk lokal serta menujukkan bahwa pemerintah ada untuk UMKM, yang merupakan tulang punggung perekonomian nasional, khususnya di daerah.

"Karena tanpa UMKM, ekonomi kita tidak bisa sampai sekarang. Perekonomian kita meningkat salah satunya karena UMKM,” tambahnya.

Gubernur Sulut Olly Dondokambey merespon positif kegiatan ini terlebih pusat pelaksanaannya di daerahnya. “Kami menyambut gembira mengenai launching ini, kegiatan ini sangat strategis mendukung produk UMKM baik lokal maupun daerah lain, dan juga mendukung pemulihan khususnya perekonomian di Sulut,” katanya.

Selain itu, dalam waktu dekat, pemerintah melalui Kemenparekraf juga akan meluncurkan program Stimulus BBI dengan nilai Rp200 miliar bagi para pelaku UMKM/IKM/artisan Indonesia. Stimulus ini disebut bisa diakses bagi para pelaku usaha subsektor ekonomi kreatif yang sudah menjual produknya di ekosistem digital. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT