24 August 2021, 17:31 WIB

Jokowi: Tol Balikpapan-Samarinda Bukti Pembangunan Indonesiasentris


Andhika Prasetyo | Ekonomi

WILAYAH Kalimantan sudah sah memiliki ruas tol yang lengkap untuk pertama kalinya. Momentum bersejarah tersebut datang setelah Presiden Joko Widodo meresmikan pengoperasian Seksi I dan V Tol Balikpapan-Samarinda di Kalimantan Timur.

"Sore hari ini, alhamdulilah, telah selesai seluruh ruas jalan Tol Balikpapan-Samarinda sepanjang 97,3 kilometer (km). Ini menjadi momen bersejarah, karena Tol Balikpapan-Samarinda merupakan tol pertama di Kalimantan," ujar Jokowi, sapaan akrabnya, Selasa (24/8).

Menurutnya, pembangunan jalan bebas hambatan di Kalimantan juga menjadi bukti nyata bahwa pemerintah menggencarkan pembangunan yang Indonesiasentris. Adapun pembagunan infrastruktur tidak hanya berpusat di Jawa dan Sumatera saja, namun juga merata di wilayah lain di seluruh Indonesia.

Baca juga: Jadwal Jokowi Hari Ini, Tinjau Vaksinasi dan Resmikan Tol di Kaltim

"Ini capaian yang patut kita syukuri, karena kita membangunan infrastruktur tidak hanya terpusat di Jawa atau Sumatera, tapi juga merata ke pulau-pulau lain," jelas Kepala Negara.

Lebih lanjut, dia berharap tol sepanjang 97,3 km bisa menjadi mesin penggerak ekonomi. Serta, menciptakan sentra pertumbuhan ekonomi baru di kawasan tersebut. "Tol ini juga akan memperbaiki jaringan logistik. Akses semakin lancar dan menurunkan biaya logistik," paparnya.

Baca juga: Pemerintah Targetkan 12 Ribu Hunian di IKN Baru pada 2024

"Distribusi akan lebih baik, lebih cepat, lebih efisien, sehingga daya saing kita meningkat. Komoditas yang diproduksi di Kalimantan Timur akan punya daya saing tinggi. Menjadikan ekonomi di kawasan semakin kompetitif," imbuh Jokowi.

Adapun jalan tol dengan total investasi sebesar Rp9,9 triliun, mulai dibangun pada 2016. Pembangunan jalan tol memiliki tiga seksi, yakni II, III dan IV, telah selesai dan beroperasi lebih dulu pada 2019. Lalu, seksi I dan V mengalami keterlambatan, lantaran tekstur tanah yang tidak stabil dan memerlukan teknik konstruksi khusus.(OL-11)

 


 

BERITA TERKAIT