23 August 2021, 11:06 WIB

PIK 2 Persembahkan Rumah untuk Pahlawan Emas Olimpiade Tokyo 2020


mediaindonesia.com | Ekonomi

AGUNG Sedayu Group menepati janjinya untuk mengha­diahkan rumah di Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 kepada peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 cabang olahraga bulu tangkis, Greysia Polii dan Apriyani Rahayu, serta sang pelatih, Eng Hian.

Tiga unit rumah di kawas­an Kota Mandiri PIK 2 ini dise­rahkan langsung kemarin dalam seremonial terbatas bertajuk Persembahan untuk Pahlawan Emas Olimpiade di Kawasan Pasir Putih PIK 2, Jakarta Utara.

Untuk Greysia dan Apriani, keduanya memperoleh ma­sing-masing satu unit rumah 2 lantai berukuran 6 meter x 15 meter di klaster Pasir Putih Residences seharga Rp3,55 miliar. Sementara sang pelatih menerima satu unit rumah 2 lantai di klaster California berukuran 4,5 meter x 10 meter senilai Rp1,3 miliar.

Direktur Utama PIK 2 Nono Sampono mengatakan, apresiasi ini merupakan bagian dari rasa bangga dan hormat kepada dua anak bangsa yang telah berprestasi pada tingkat dunia di event Olimpiade 2020 di Tokyo.

“Saya kira wajar kalau PIK 2 memberikan ini. Kita merasa punya tanggung jawab ke depan bagaimana agar terlahir juga atlet-atlet unggulan kita, khususnya bulu tangkis, untuk mengisi prestasi, membanggakan kita, menjaga martabat bangsa di event internasional,” ungkapnya dalam acara tersebut.

PIK2 sebagai mahakarya Agung Sedayu Group dan Salim Group memiliki luas area sekitar 2.650 hektare. Pasir Putih Residences, lokasi rumah Greys-Apri merupakan klaster perumahan seluas kurang lebih 150 ha di dalam PIK 2 yang memiliki danau seluas sekitar 16,2 ha dan hamparan pasir putih di tepi danaunya.

Selain pasir putih, tepian danau juga didesain dan diperindah dengan taman cantik, gazebo, deck, waterplay untuk anak-anak, serta serta lintasan jogging track dan bicycle track sepanjang kurang lebih 2,5 km. Jogging track ini mengeli­lingi danau dan menyambung hingga ke clubhouse terbesar dan terlengkap di utara Jakarta. Clubhouse ini dilengkapi resort swimming pool, gym, club restaurant, supermarket, kids playground, dan ballroom untuk pesta.

Sementara itu, klaster California yang merupakan lokasi hunian baru Eng Hian, sangat terkenal di kalangan milenial yang menyukai kepraktisan. Rencananya, kawasan ini akan dilengkapi Town Hub yang merupakan kombinasi antara mal, supermarket, pasar bersih, dan sport club yang bisa dicapai dengan berjalan kaki dari kawasan perumahan milenial. Town Hub direncanakan akan selesai September 2022.

Menurut Nono, pihaknya akan ikut aktif mendukung bulu tangkis Indonesia, yakni dengan rencana pendirian PB PIK 2. Pendirian fasilitas ini bertujuan mendukung program PBSI mencetak bibit-bibit unggul dan calon-calon juara yang akan mengharumkan nama Indonesia.

Pusat pelatihan bulu tangkis dengan 20 lapangan itu akan diba­ngun, dilengkapi tribune penonton sehingga layak digunakan sebagai lokasi kompetisi tingkat nasional ataupun internasional. Pemain-pemain senior nasional juga diharapkan akan bergabung sebagai pelatih di PB PIK 2 ini, salah satunya Eng Hian.

Kawasan yang terletak di tepi danau serta bersebera­ngan dengan Town Hub dan kawasan rumah milenial tersebut diharapkan membawa manfaat sebesar-besarnya bagi kesehatan masyarakat sekitar dan kemajuan prestasi olahraga Indonesia.

“Inilah yang menjadi catat­an penting untuk kita semua bahwa PIK 2 ini nanti memang terbuka untuk umum sehingga berbagai kebutuhan masyarakat, khususnya rekreasi dan olahraga ini bisa tertampung,” kata Nono.

Acara seremoni penandatanganan dokumen administrasi kepemilikan unit persembahan untuk pahlawan emas Olimpiade disaksikan Direktur Utama PIK 2 Nono Sampono, Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali, dan Ketua Umum PBSI Agung Firman Sampurna. Sementara itu, penyerahan mock up rumah di­serahkan secara simbolis oleh Nono Sampono, didampingi Menpora dan Ketum PBSI.

Turut hadir dalam acara penyerahan hadiah tersebut antara lain Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang Moch Maesyal Rasyid, Pangdam Jaya Mayjen TNI Mulyo Aji, hingga legenda bulu tangkis Indonesia Susy Susanti dan Hariyanto Arbi.

Bentuk apresiasi

Greysia mengungkapkan­ rasa bersyukurnya atas penghargaan yang diberikan berbagai pihak, termasuk hadi­ah yang diberikan PIK 2. Namun, sebagai atlet, Greys menanamkan bahwa ketika dirinya memberikan segenap kemampuannya di bidang bulu tangkis, dia tidak memikirkan bonus apa yang akan didapat.

“Tapi ketika kita memikirkan bahwa bu­lu tangkis adalah sebagai jalan hidup dan kita ingin berprestasi di sini, apresiasi atau bonus-bonus itu akan datang belakangan,” ungkapnya.

Apresiasi yang begitu luar bia­sa kepada dia dan Apriyani termasuk dari PIK 2 diakuinya sangat di luar ekspektasi. “Jadi kami sangat berterima kasih kepada semua bagian yang ikut berlomba atau mendukung prestasi olahraga Indonesia,” imbuhnya.

Apri mengaku tidak menyangka dapat menerima hadiah rumah yang prestisius di kawasan PIK 2. Dia bahkan berkelakar bahwasanya orang daerah sepertinya punya kesempatan mendapatkan hal tersebut.

“Jujur saya juga tidak menyangka, ternyata orang Konawe (Sulawesi Tenggara) yang gak ada di peta ternyata bisa mendapatkan hadiah yang luar biasa ini. Saya sangat merasa haru dan bangga kepada bapak-bapak yang memberi apresiasi ini,” ujarnya.

Bagi sang pelatih, Eng Hian, semua yang didapat ini merupakan hasil jerih payah Greys dan Apri. Untuk itu, apresiasi yang luar biasa ini sudah menjadi bagian dari prestasi yang sudah diciptakan keduanya. “Tentu saya ucapkan terima kasih secara pribadi kepada Agung Sedayu dan Salim Group yang juga memberikan apresiasi untuk pelatih,” katanya.

Sementara itu, Ketum PBSI Agung Firman Sampurna menyebut para atlet dan pelatih PBSI menerima cukup banyak hadiah sebagai apresiasi terhadap prestasi yang mereka dapatkan. Menurutnya, apresiasi itu merupakan bagian dari selebrasi yang di satu sisi merupakan prestise tersendiri, tapi di sisi lain ini juga berpotensi untuk memotivasi peningkatan prestasi atlet-­atlet lain, baik dari cabang bulu tangkis maupun yang lain.

Ketua PBSI menceritakan Agung Sedayu Group merupakan pihak yang pertama kali berinisiatif memberikan hadiah untuk Greys dan Apri. “Tanggal 2 Agustus 2021 itu pukul 13.05 (setelah pertandingan final), saya masih ingat jamnya, ada telepon dari Pak Ali Hanafiah Lijaya, beliau adalah perwakilan Agung Se­dayu Group yang juga pengurus PB PBSI,” kisahnya.

“Beliau menyampaikan pesan dan arahan dari Pak Sugianto Kusuma, beliau memberikan apresiasi terhadap kemenangan kita, sekaligus memberikan hadiah rumah di PIK. Di awal hadiahnya baru kepada Geys dan Apri, tapi sekarang juga kepada coach Eng Hian. Dan saya pikir itu keputusan yang bijak,” imbuhnya.

Setelah insiatif pertama dari Agung Sedayu Group, lanjut Ketum PBSI, banyak pihak kemudian tergugah melakukan hal yang sama.

Menpora Zainudin Amali pun menyatakan apresiasi seperti ini merupakan suatu hal yang sangat. Menurutnya, semakin banyak masyarakat yang mengapresiasi prestasi-prestasi yang dihasilkan putra-putri bangsa, diharapkan akan menjadi pemicu lahirnya bibit-bibit atlet unggul.

“PIK sebagai sebuah perusahaan properti saya kira sudah menunjukkan bahwa mereka peduli, tidak hanya berpikir tentang bisnis, tetapi bagaimana berpikir tentang memajukan prestasi olahraga Indonesia. Saya sebagai Menpora tentu sangat berterima kasih dan apresiasi kepada PIK,” ujar Menpora. (Ifa/S2-25)

BERITA TERKAIT