23 August 2021, 08:45 WIB

Pemerintah Dorong Pengusaha Wanita Perluas Jaringan Ekspor


mediaindonesia.com | Ekonomi

PEMERINTAH terus mendukung para wanita pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk terus melebarkan sayap usaha mereka ke luar negeri. Dukungan itu antara lain melalui kemudahan akses jaringan UMKM ke sejumlah negara hingga dukungan finansial atau akses keuangan.

Keberadaan pengusaha wanita yang berorientasi ekspor, berperan penting dalam mendukung misi pemerintah untuk mengakselerasi Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di masa pandemi. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga S Uno menyebutkan ada 17 subsektor dalam ekonomi kreatif yang dapat dijajaki para pengusaha wanita untuk menggenjot produk mereka menembus ke pasar global.

“Dari 17 subsektor ekonomi kreatif, sektor fesyen, kriya, dan kuliner menjadi tiga teratas,” ungkap Sandiaga pada webinar bertajuk Srikandi Diaspora Lompat Lebih Tinggi Bersama BNI Hong Kong.

Ia menjelaskan untuk sektor fesyen menyumbangkan Rp200,20 triliun atau 17,64% terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional pada 2020. Sektor kriya menyumbangkan Rp166,13 triliun atau sekitar 14,64% atas total PDB nasional pada 2020. Adapun, kuliner menyumbang Rp455,44 triliun atau 40,13% atas keseluruhan PDB nasional pada 2020.

“Pariwisata bisa kita kembangkan, tetapi yang ingin saya dorong tidak hanya pariwisata. Ada 17 subsektor ekonomi kreatif yang kini terbuka peluangnya pada masa pandemi covid-19 ini,” imbuh Sandiaga.

UMKM naik kelas Dukungan pemerintah terhadap keberadaan wanita pelaku UMKM diamini salah satu pelaku UMKM, Ni Kadek Eka Citrawati. Menurut CEO Bali Alus itu berkat dukungan dan bantuan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI, UMKM miliknya kini naik kelas.

Bali Alus yang menjual produk organik untuk rangkaian komestik itu, mampu mendapatkan keuntungan setelah mengikuti program pembinaan UMKM dari BNI, terutama dalam soal keuangan atau finansial.

“Produk kami ini adalah dari perempuan untuk perempuan. Kami bersyukur program pembinaan UMKM dari BNI ini luar biasa berdampak bagi kami. Kami dibantu dalam bidang finansial dengan kemudahan kredit,” terang Kadek, Sabtu (21/8) lalu.

Adanya bantuan kredit itu, lanjut Kadek, sangat berpengaruh dalam segi marketing dan pemasaran Bali Alus ketika menggelar pameran berskala internasional dan dalam negeri.

“Produk kami juga terbantu karena dipromosikan di cabang-cabang kantor BNI di dalam dan luar negeri,” ucapnya.

Kadek mengakui perusahaan yang didirikan pada 2020 tersebut mendapat limpahan omzet setelah mengikuti program pembinaan UMKM dari BNI.

“Sebelum dibina pada 2007 omzet kami sekitar Rp30 juta, setelah dibina tembus hingga Rp150 juta,” ungkapnya.

Berlokasi di Jalan Wibisana Barat, Denpasar, Bali, perusahaan tersebut menjual rangkaian produk perawatan alami seperti, perawatan rambut, perawatan wajah, perawatan tubuh, perawatan kaki, dan aromaterapi dengan menggunakan virgin coconut oil (VCO) sebagai bahan dasarnya.

Selain pemasaran di dalam negeri, Bali Alus mengekspor produk mereka ke luar negeri seperti Jepang, Singapura, Malaysia, Australia, dan beberapa negara di Eropa. Produknya telah mengantongi standar cara pembuatan kosmetik yang baik, memiliki notifikasi, legal untuk makloon atau rebranding, dan memenuhi standar ISO 9001.

Jaringan internasional Direktur Bisnis UMKM BNI Muhammad Iqbal menjelaskan pihaknya memiliki 6 kantor cabang luar negeri di negara-negara strategis seperti Korea Selatan, Singapura, Jepang, AS, Inggris, dan Hongkong.

Kehadiran kantor cabang di luar negeri itu memberikan BNI keunggulan jaringan dan akses internasional kepada UMKM Indonesia sehingga dapat terhubung dengan mitra luar negeri dan memasarkan produk UMKM mereka.

Selain jaringan luar negeri, keunggulan lainnya ada pada fasilitas layanan trade finance yang akan mendorong aktivitas perdagangan internasional yang melibatkan pelaku usaha Indonesia dan mendukung produk mereka menembus ke pasar global.

“Saat ini UMKM BNI yang berorientasi ekspor ada 8,3% dari portofolio UMKM kami dengan kinerja sangat baik. Beberapa UMKM di antaranya mampu mengatasi tantangan pandemi dengan peningkatan ekspor. Hal inilah yang jadi semangat kami memberikan layanan total kepada nasabah UMKM,” kata Iqbal.

BNI sebagai bank pemerintah juga ikut berperan mendukung dan memajukan pengusaha wanita. BNI mendukung wanita yang bernaung dalam UMKM untuk melakukan ekspor serta pemasaran barang ke luar negeri. Saat ini banyak pengusaha wanita yang berhasil menembus pasar global dan menjual produk ke luar negeri.

Berbagai produk yang sudah mempunyai daya saing di pasar internasional itu antara lain rotan, pakaian jadi, sarang walet, kerajinan tangan, furnitur, patung batu, hingga tanaman hias. Mayoritas produk itu turut menyerap banyak tenaga kerja dan memberdayakan kepiawaian tangantangan wanita Indonesia.

“BNI optimistis produk karya wanita Indonesia memiliki daya saing tinggi di pasar internasional. Apalagi kami juga memberikan beberapa relaksasi atas kebijakan UMKM yang berorientasi ekspor, baik eksportir langsung maupun tidak langsung,” kata Iqbal lagi.

Melalui Xpora, BNI juga memberikan lebih banyak kemudahan dan solusi bagi para pelaku bisnis kecil dan menengah, agar dapat Go Productive, Go Digital, dan Go Global untuk memasarkan produk mereka ke luar negeri. (Ins/Gan/S3-25)

BERITA TERKAIT