22 August 2021, 13:45 WIB

Reksadana Campuran Bisa Menjadi Pilihan di Masa Pandemi


Fetry Wuryasti | Ekonomi

REKSADANA campuran berpotensi menjadi instrumen investasi yang absolut di masa pandemi dengan kondisi ekonomi yang fluktuatif.

Sebab, Direktur Utama Trimegah Asset Management Antony Dirga komposisinya tidak mengharuskan minimum investasi pada saham sebesar 80 persen. Hal ini membuat investasi terselamatkan karena bersifat fleksibel dan adaptif.

Kondisi ekonomi terkait pandemi selama dua tahun terakhir ini memperpanjang konsolidasi yang terjadi pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), sehingga sudah empat tahun lamanya tidak bergerak ke mana-mana.

"Stabil di satu sisi. Cuma indeks saham yang kita harapkan rata-rata naik per tahun ternyata malah stagnan. Indeks LQ45 malah lebih parah, delapan tahun tidak ke mana-mana," kata Antony, melalui keterangan yang diterima, Minggu (22/8).

Kondisi tersebut, membuat fund manager atau manajer investasi tertantang untuk memilih instrumen investasi lebih cermat dan mengalahkan pasar. Di Trimegah AM, menurut dia, perspektif lama yang selalu mengacu pada indeks tertentu kemudian diubah, dan timbul ide untuk melebarkan dan mengambil pendekatan yang lebih fleksibel. Langkah yang diambil adalah dengan mengambil platform paling fleksibel yang diizinkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yaitu reksadana campuran.

"Campuran boleh 1 hingga 79 persen per tipe instrumen, bebas bergerak, fleksibel dan adaptif. Itu dimungkinkan untuk menghadapi market yang volatil," kata Antony.

Sedangkan untuk opsi reksadana saham, Head of Investment Specialist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia Freddy Tedja menerangkan masih ada kesempatan bagi investor dengna profil agresif, melihat pada potensi pemulihan ekonomi lebih lanjut di tengah program vaksinasi yang terus dipercepat.

Langkah awal yang harus dilakukan sebelum memilih reksa dana saham adalah memastikan kapan dana investasi ini akan dimanfaatkan. Sebab jenis investasi ini memiliki risiko naik-turun harga yang sangat tinggi.

Baca juga : Tak Penuhi Syarat Perjalanan, Calon Penumpang KA Bisa Batal Berangkat

"Jadi, silakan manfaatkan reksa dana saham untuk memenuhi tujuan keuangan dalam jangka waktu 10 tahun mendatang atau lebih; misalnya untuk persiapan pensiun," kata Freddy.

Sedangkan untuk investor dengan profil risiko moderat atau memiliki horizon investasi jangka menengah, sedikit porsi reksa dana saham tetap bisa dimanfaatkan sebagai booster untuk menggenjot kinerja portofolio investasi kita secara keseluruhan.

Misalkan 10% dari komposisi portofolio kita ditempatkan di reksa dana saham, maka sisanya bisa ditempatkan di investasi lainnya yang risikonya cenderung lebih rendah, seperti reksa dana pendapatan tetap dan reksa dana pasar uang.

Ada banyak reksa dana saham yang bisa dipilih, masing-masing reksa dana saham memiliki strategi pengelolaan. Ada yang menggunakan tema investasi berdasarkan kapitalisasi pasar, syariah, konvensional, ESG, dan lain sebagainya, atau berdasarkan sektor tertentu (infrastruktur, teknologi, dan lain lain), atau pun dari cara strategi pengelolaan. Investor harus mendapat informasi lengkap mengenai hal tersebut, memilih yang paling sesuai dengan tujuan investasi.

Salah satu faktor yang penting diperhatikan adalah peringkat dan konsistensi kinerja reksa dana. Beberapa perusahaan domestik maupun global mengadakan pemeringkatan reksa dana.

Salah satu perusahaan pemeringkat yang terpercaya adalah Morningstar Rating. Perusahaan pemeringkat global ini memberikan rating bintang 1-5 terhadap produk dengan usia minimal 3 tahun yang telah melalui proses perhitungan berdasarkan Morningstar Risk-Adjusted Return yang meliputi kinerja bulanan produk dan konsistensi kinerja produk.

"Walaupun tidak selalu harus digunakan, rating tersebut dapat melengkapi pertimbangan dalam memilih reksa dana," kata Freddy. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT