19 August 2021, 09:40 WIB

Menaker Ida Fauziyah Kembangkan Pilot Project Perluasan Kesempatan Kerja Berbasis Kawasan di 5 Daerah


mediaindonesia.com | Ekonomi

MENTERI Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mencanangkan Pilot Project Pengembangan Kesempatan Kerja Berbasis Kawasan. Hal ini sebagai upaya Kementerian Ketenagakerjaan mentransformasikan program perluasan kesempatan kerja, dalam mengembangkan program tenaga kerja mandiri yang efektif untuk memperluas kesempatan kerja secara berkelanjutan.

“Perluasan kesempatan kerja berbasis kawasan ini adalah model dalam membangun ekosistem kewirausahaan yang berkelanjutan serta mengoptimalkan sumber daya manusia (SDM) lokal dan potensi ekonomi daerah,” kata Menaker didampingi Direktur Jenderal Binapenta dan PKK Kemnaker Suhartono, saat menghadiri peluncuran Pilot Project Pengembangan Kesempatan Kerja Berbasis Kawasan di Teluk Jambe, Karawang, Jawa Barat, kemarin.

Menaker Ida menjelaskan, pihaknya telah menetapkan lima lokasi proyek percontohan (pilot project) dengan karakteristik beragam yaitu Kawasan Perhutanan Sosial Teluk Jambe di Karawang, Kawasan Agroforestri Dataran Tinggi Dieng di Banjarnegara dan Batang, Kawasan Agroindustri Sei Mericim di Deli Serdang, Kawasan Agromaritim Teluk Weda di Halmahera  Tengah, serta Kawasan Agrowisata Lido di Bogor dan Sukabumi.

“Saya yakin dengan model perluasan kesempatan kerja berbasis kawasan ini mampu membuka lapangan kerja baru yang lebih efektif,” ucapnya.

Menaker menambahkan, pengembangan usaha terintegrasi ini juga akan dilakukan dari hulu hingga ke hilir yang dapat memungkinkan terjadinya sustainability (keberlanjutan) usaha untuk membentuk sebuah ekosistem perluasan kerja yang efektif dan berkelanjutan. 

“Dan yang terpenting adanya dukungan lintas sektor dan partisipasi stakeholder di kementerian/lembaga, pemerintah daerah, perguruan tinggi lembaga keuangan dan pihak swasta,” ucap Menaker.

Selain itu, sejak 2020, Kemnaker telah melakukan kerja sama dengan IPB University dalam program bidang pengembangan kompetensi tenaga kerja sektor pertanian, kelautan, dan perluasan kesempatan kerja.

“Saya mengucapkan terima kasih atas kerja sama dengan IPB University yang telah membantu perencanaan dan akan mendampingi pelaksanaan program yang strategis ini,” katanya.

Sementara itu, Rektor IPB University, Arif Satria, mengatakan, ini suatu kolaborasi yang luar biasa antara Kemnaker dan IPB University untuk membuat learning center dalam meningkatkan kualitas produksi dan akses pasar di masyarakat.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Kemnaker yang sudah memfasilitasi perluasan lapangan kerja, kita harapkan momentum pertanian ini dapat bangkit kembali dan itu harus dirasakan oleh masyarakat,” kata Arif. 

Sinergi dan Kolaborasi bersama IPB University
Kemnaker bekerja sama dengan IPB University juga menggelar Program Tenaga Kerja Mandiri (TKM) terintegrasi petani Teluk Jambe. Program ini mengembangkan penggemukan sapi. 

Rektor IPB University Arif Satria mengatakan, program ini bertujuan untuk menyiapkan industri pakan ternak, berikut budi daya sapinya. “Insya Allah dengan sentuhan teknologi dari IPB University ternak sapi ini bisa meningkatkan kualitas dan produktivitas sapi tersebut dan bisa menjadi solusi untuk kesejahteraan masyarakat di Teluk Jambe,” kata Arif Satria.

Budi daya ternak domba dan penggemukkan sapi ini merupakan bagian dari Pilot Project Pengembangan Kesempatan Kerja Berbasis Kawasan yang diluncurkan oleh Menaker Ida Fauziyah, di Kawasan Teluk Jambe, Karawang, Jawa Barat, kemarin. Sebanyak lima lokasi dengan karakteristik berbeda telah ditetapkan sebagai pelaksaan pilot project ini.

Selain Kawasan Teluk Jambe di Karawang, empat lokasi lain yang telah ditetapkan sebagai proyek percontohan ialah Kawasan Agroforestri Dataran Tinggi Dieng di Banjarnegara dan Batang, Kawasan Agroindustri Sei Mericim di Deli Serdang, Kawasan Agromaritim Teluk Weda di Halmahera Tengah, dan Kawasan Agrowisata Lido di Bogor dan Sukabumi.

Pilot project ini merupakan bagian dari upaya Kemnaker mentransformasikan program perluasan kesempatan kerja, dalam mengembangkan program tenaga kerja mandiri yang efektif untuk memperluas kesempatan kerja secara berkelanjutan. Model ini diyakini dapat mempercepat perluasan kesempatan kerja dan membuka lapangan pekerjaan baru. Dalam melaksanakan ke­giatan-kegiatannya, Kementerian Ketenagakerjaan menerapkan protokol kesehatan. (S2-25/OL-10)

BERITA TERKAIT