18 August 2021, 11:54 WIB

Pasar Nantikan Risalah Pertemuan The Fed


Fetry Wuryasti | Ekonomi

PASAR Keuangan menanti menjelang risalah Bank Sentral AS The Fed terkait rencana kebijakan ekonomi yang akan datang. Kemudian dilanjutkan dengan penyampaian beberapa kebijakan dan prospek perekonomian di Jackson Hole, konferensi tahunan Bank Sentral yang biasanya menjadi tolok ukur, dan akan menjadi sebuah titik balik langkah The Fed.

Gubernur The Fed Jerome Powell berkali-kali menekankan pandemi Covid-19 belum berakhir dan masih membayangi pemulihan ekonomi. Meskipun Amerika dapat menang dari Covid, namun Powell masih enggan mengatakan bahwa Amerika dapat mendeklarasikan bahwa Amerika menang atas Covid 19.

Saat ini posisinya adalah vaksinasi di Amerika mulai melambat, yang menimbulkan  kekhawatiran, karena penyebaran varian delta. Sejauh ini The Fed telah memiliki tools yang kuat untuk membantu menciptakan perekonomian yang kuat. Namun seperti apapun kuatnya tools tersebut, kebijakan fiskal lebih kuat dan lebih tepat sasaran.

"Kami melihat sejauh ini The Fed sendiri masih berhati-hati, terkait kekuatan pemulihan dari perekonomian di Amerika. Penjualan ritel di Amerika pada bulan Juli kemarin tercatat turun lebih dalam dari perkirakan," kata Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus, Rabu (18/8).

Ini memberikan gambaran bahwa masyarakat telah lebih menyadari karena harga mulai mengalami kenaikan yang mendorong inflasi terus beranjak naik. Penjualan ritel AS turun hingga 1,1%. Masyarakat tampaknya tidak lagi berbelanja mengenai pengeluaran, namun lebih kepada pelayanan atau jasa.

Pengeluaran untuk restoran meningkat, meskipun pada kecepatan yang lebih stabil dibandingkan sebelumnya yang lonjakannya besar. Namun pengeluaran untuk pelayanan atau jasa tersebut, tampaknya mulai kembali berkurang karena meningkatnya kasus delta, sehingga mendorong pengeluaran untuk services atau pelayanan akan berkurang. Penjualan kendaraan bermotor dan dealer suku cadang di AS turun hingga 3,9% pada bulan Juli setelah turun 2,2% pada bulan Juni.

"Kami melihat inflasi mungkin masih sementara. Tanpa adanya intervensi kebijakan dari The Fed, kekhawatiran meningkatnya Covid-19 varian delta membuat masyarakat menahan keinginan untuk berbelanja," kata Nico. (Try/E-1)

BERITA TERKAIT