16 August 2021, 06:40 WIB

Kereta Api Tangguh, Tetap Tumbuh di Masa Pandemi


MI | Ekonomi

PANDEMI covid-19 bergulir lebih dari setahun, dan belum terlihat akan selesai dalam waktu dekat. Di masa tidak menentu ini berbagai sektor industri terkena dampaknya, ada yang mampu bertahan ada pula yang tidak. Dibutuhkan upaya secara bersama agar mampu menyesuaikan dengan kondisi saat ini untuk memulihkan produktivitas masyarakat dan membuat kondisi perekonomian kembali berputar. 

Pencegahan penyebaran covid-19 terus dilakukan. Salah satunya dengan melakukan pembatasan mobilitas pada sektor transportasi. Tidak terkecuali sektor transportasi kereta api yang juga terdampak dengan aturan pembatasan mobilitas ini.

Sejumlah adaptasi, inovasi, dan kontribusi terus dilakukan PT Kereta Api Indonesia (KAI) demi memberikan rasa aman dan nyaman, baik bagi pelanggan maupun masyarakat di masa pandemi covid-19. Terkini, KAI bersama anak usahanya, KAI Commuter, menyediakan layanan vaksinasi covid-19 gratis bagi pelanggan di berbagai stasiun di Jabodetabek. 

“Tujuan vaksinasi gratis ini untuk membantu pemerintah mempercepat cakupan program vaksinasi covid-19 kepada masyarakat. KAI mendukung penuh program pemerintah agar target vaksinasi kepada masyarakat dapat terpenuhi, sehingga pembentukan kekebalan tubuh secara komunal atau herd immunity dapat segera terwujud,” ungkap Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo, dalam keterangannya, Jumat (13/8). 

Layanan vaksinasi covid-19 gratis disediakan KAI Grup di 15 stasiun besar di berbagai kota di Jawa-Sumatera dan delapan stasiun KRL di Jabodetabek. Jumlah stasiun KRL yang melayani vaksinasi gratis ini rencananya ditambah demi membantu pemerintah mempercepat pelaksanaan program vaksinasi nasional. 

Per 12 Agustus 2021, total sebanyak 31.444 orang sudah dilayani untuk vaksinasi di 15 stasiun besar dan delapan stasiun kereta commuter. Sosialisasi kepada masyarakat terus dilakukan KAI secara intensif agar semakin banyak masyarakat yang mengikuti kegiatan vaksinasi covid-19 gratis di stasiun.

Selain kepada pelanggan, KAI juga memberikan perlindungan kepada aset penting perusahaan, yaitu pegawai. Hingga 12 Agustus 2021, KAI telah memvaksin sebanyak 43.484 pegawai. Hal itu dilakukan sebagai upaya KAI untuk melindungi pegawainya di masa pandemi covid-19.
 

Fasilitas rapid test

Sebelumnya, KAI bekerja sama dengan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) dan Indofarma untuk menyediakan fasilitas rapid test antigen dan GeNose. Layanan yang tersedia di sejumlah stasiun itu dapat penumpang manfaatkan untuk memperoleh surat perjalanan bebas covid-19. 

Selama pandemi, KAI pun membatasi jumlah maksimal penumpang dalam kereta, yaitu 70% untuk rute jarak jauh, 50% untuk rute lokal, dan 32% untuk kereta commuter line. Seluruh upaya itu turut didukung dengan penerapan protokol kesehatan ketat di lingkungan stasiun, mulai dari mengecek suhu tubuh, menggunakan masker, hingga menjaga jarak. 

Segala fasilitas pun disediakan KAI untuk pelanggan sebagai bentuk adaptasi kebiasaan baru, seperti menyediakan wastafel portabel dan hand sanitizer demi mendukung budaya bersih, serta memberikan healthy kit untuk penumpang jarak jauh.

Selain itu, untuk mengurangi mobilitas dan kontak fisik, KAI menambah sejumlah fitur pada aplikasi KAI Access sehingga pelanggan dapat mengatur perjalanannya secara daring tanpa perlu ke stasiun.

Meskipun di masa yang sulit akibat pandemi, hal ini tidak membatasi KAI untuk memberi lebih kepada bangsa, demi membantu pemerintah menanggulangi pandemi dan memulihkan kondisi perekonomian.

Pada periode awal pandemi misalnya, KAI membagikan 10.000 voucher tiket kereta api jarak jauh secara cuma-cuma kepada guru dan tenaga kesehatan di peringatan Hari Pahlawan sebagai apresiasi kepada kedua profesi tersebut. KAI juga memberikan bantuan senilai Rp328 juta untuk porter stasiun yang terdampak pandemi pada Mei 2021 lalu. 

Bantuan berupa alat pelindung diri (APD) dan ambulans demi membantu penanganan covid-19 pun diberikan KAI kepada beberapa pemda. Terbaru, KAI menggratiskan angkutan oksigen milik Kementerian Kesehatan sebanyak 80 ton melalui kereta api dengan rute Stasiun Tanjung Priok Jakarta menuju Stasiun Kalimas Surabaya, pada 5 Agustus 2021.

Sebelumnya KAI juga menggratiskan pengiriman 122 ton oksigen untuk Kementerian Kesehatan dari Stasiun Kalimas Surabaya menuju Stasiun Sungai Lagoa Jakarta pada 16 Juli lalu. 
Anak perusahaan KAI, KAI Logistik, bahkan ikut memberikan layanan pengiriman gratis untuk angkutan oksigen ataupun tabung oksigen dan diskon khusus untuk pengiriman obat-obatan, APD, dan alat medis lain dengan menggunakan kereta api selama Juli 2021. (RO/S3-25)

BERITA TERKAIT