15 August 2021, 17:30 WIB

Ipsos: 53 Persen Penduduk Indonesia Puas dengan Kartu Prakerja


Mediaindonesia.com | Ekonomi

Hasil survei teranyar perusahaan peneliti pasar global asal Amerika Serikat, Ipsos menemukan bahwa 53 persen masyarakat Indonesia puas dengan bantuan pemerintah selama pandemi COVID-19, dengan program Kartu Prakerja di posisi teratas sebagai bantuan yang paling bermanfaat.

Berdasarkan survei daring yang dilakukan sejak 16 - 24 Juni 2021 itu, ada tiga program bantuan pemerintah yang paling banyak didapat masyarakat, yaitu Program Kartu Prakerja, subsidi listrik dan subsidi kuota internet pada sektor pendidikan.

"Dalam survei, masyarakat mengungkapkan bahwa ketiga program bantuan yang dirasakan paling bermanfaat, yakni Kartu Prakerja 35 persen, subsidi listrik 26 persen dan kuota internet 25 persen untuk menunjang pembelajaran daring," demikian siaran pers Ipsos, Minggu (15/8).

Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana program Kartu Prakerja, Denni Puspa Purbasari mengatakan survei Ipsos tersebut menunjukkan bahwa misi program Kartu Prakerja benar-benar dirasakan masyarakat, terutama di masa pandemi. "Program Kartu Prakerja adalah sebuah inovasi, meskipun awalnya dicurigai tapi kemudian outcome-nya menyentuh masyarakat secara langsung. Ada yang mengharapkan insentif uangnya saja, itu tidak salah juga pada situasi sulit ini," papar Deputi Kepala Staf Kepresidenan 2015-2020.

Tujuan utama program Kartu Prakerja adalah untuk memberi bantuan bagi banyak orang. "Program ini tidak hanya memberi ikan, tapi juga kail. Analoginya, Prakerja juga mengajari orang memancing agar dapat menggunakan kail itu," katanya.

Denni mengatakan sepanjang tahun 2020, terdapat 66 juta pendaftar program Kartu Prakerja dari seluruh kabupaten/ kota di Indonesia.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 5,5 juta orang ditetapkan sebagai penerima yang tersebar dalam batch pertama hingga batch kesebelas. Di tahun yang sama, sebanyak Rp13,36 triliun insentif sudah disalurkan.

"Pada semester I tahun 2021, terdapat 2,7 juta penerima Kartu Prakerja yang tersebar dari gelombang ke-12 hingga ke-17 dan  98 persen penerima sudah menyelesaikan pelatihan, serta Rp6,53 triliun insentif sudah disalurkan," papar doktor ekonomi lulusan University of Colorado Boulder, Amerika Serikat ini. (Ant/OL-12)

BERITA TERKAIT