25 August 2021, 08:55 WIB

Ditunjang Fasilitas Mumpuni, JIIPE Siap Jadi KEK Teknologi dan Manufaktur


Rifaldi Putra Irianto | Ekonomi

JAVA Integrated Industrial & Ports Estate (JIIPE) di Gresik, Jawa Timur, resmi disahkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Teknologi dan Manufaktur berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 71 Tahun 2021 tanggal 28 Juni 2021 yang ditandatangani Presiden Joko Widodo.

Peruntukkan JIIPE sebagai KEK bidang teknologi dan manufaktur tersebut dinilai karena kawasan industri ini telah memiliki fasilitas penunjang dengan teknologi canggih dan modern di dalamnya.

Selain itu, pembentukan KEK teknologi dan manufaktur di JIIPE dapat menjadi daya tarik bagi investor dan pelaku usaha. Pasalnya, JIIPE yang didirikan PT AKR Corporindo Tbk bersama PT Pelindo III merupakan kawasan industri terbesar di Jawa Timur sekaligus kawasan industri terintegrasi pertama di Indonesia yang dilengkapi pelabuhan dan hunian eksklusif.

Direktur Utama Pelindo III Boy Robyanto menyatakan kawasan industri terpadu JIIPE di Manyar, Gresik, ini memiliki kesiapan dan dikembangan sebagai KEK dengan lokasi strategis di Selat Madura. Ia berada dalam Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS) yang ditunjang dengan pelabuhan, akses lokasi dekat dengan jalur tol Surabaya-Jakarta dan jalur jalan nasional pantai utara serta jalur kereta api Surabaya-Jakarta.

"Lokasi JIIPE yang aksesibel dan terintegrasi dengan infrastruktur itu menunjang pengembangan industri dan teknologi yang berorientasi ekspor dan substitusi impor. Pengembangan sektor industri dan teknologi meliputi industri berteknologi tinggi, industri metal, industri elektronik pionir dan orientasi ekspor, industri kimia, serta industri energi dan logistik," kata Boy kepada Media Indonesia, belum lama ini.

Dia melanjutkan JIIPE adalah kawasan terintegrasi pertama di Indonesia yang memiliki infrastruktur pendukung lengkap. Ada kelebihan yang ditawarkan JIIPE khususnya untuk teknologi dalam operasional pelabuhan.


Pertama, memiliki pelabuhan sendiri yang terintegrasi dengan kawasan industri yang melayani port & logistics multi service. Antara lain general cargo, container and container yard, car/vehicles, multi purpose jetty, marine product industry & cold storage facilities, liquid & bulk cargo, LNG terminal and onshore storage, dan bonded logistic center.

Selain itu JIIPE mempunyai power plant mandiri yang sudah beroperasi dengan kapasitas 23 MW dan ultimate-nya akan mempunyai kapasitas 1800 MW dengan menggunakan tenaga gas (energi ramah lingkungan) didalamnya termasuk Pembangkit listrik Tenaga Surya berkapasitas diatas 60 MW. Dimana JIIPE sudah mengantongi ijin IUPTL sebesar 572 MW.

"Kemudian memiliki BTS yang menjangkau semua kawasan dan kabel fiber optic di saluran bawah tanah, pipa distribusi gas alam dari bawah tanah oleh vendor JIIPE, dan air dari sungai dan danau diolah di instalasi pengolahan air dengan sistem distribusi loop," kata Boy.

Untuk menciptakan kawasan sebagai kawasan yang bebas banjir , JIIPE menyiapkan system drainase terpadu di setiap lokasi cluster, serta tanggul disepanjang bibir sungai yg berada didalam kawasan dan dilengkapi ponding system. Serta ketinggian lahan industri didesign lebih tinggi dari elevasi jalan dan ketinggian elevasi rata2x muka air laut pasang yaitu + 3.5 LWS ( Low Water Seaspring ) dimana elevasi rata2x laut pasang berkisar + 2.4 LWS.

Investor
Di sisi lain, kata Boy, penetapan JIIPE sebagai KEK Teknologi dan Manufaktur memiliki dampak terhadap kinerja pelabuhan. Dalam hal ini, badan usaha dan atau pelaku usaha akan memperoleh fasilitas dan kemudahan di kawasan ekonomi khusus tersebut. Antara lain perpajakan, kepabeanan, dan cukai; lalu lintas barang; ketenagakerjaan; keimigrasian; pertanahan dan tata ruang; perizinan berusaha; serta fasilitas dan kemudahan lainnya.

"Dengan kemudahan ini akan menjadi sarana menarik investor luar negeri untuk berinvestasi di Indonesia, karena tidak lagi terkendala beberapa faktor hambatan, misalnya perizinan yang berlapis, serta tingkat pajak korporat yang tinggi," jelasnya.

Presiden Direktur PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) Haryanto Adikoesoemo menambahkan sinergi pelayanan perizinan dan interkoneksi antarinstansi akan sangat mudah dan cepat dengan adanya administrator office pada KEK Gresik. Hal ini menjamin ease of doing business dan adanya fasilitas serta insentif dari pemerintah kepada investor seperti insentif pajak dan fiskal sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan RI.

"Ketersediaan utilitas yang dibutuhkan industri seperti pembangkit listrik, pengelolaan air bersih dan limbah, supply gas, jaringan telekomunikasi, dan multimoda transport, membuat KEK Gresik JIIPE menjadi bagian dari pengembangan industri 4.0, yakni industri 4.0 yang mengedepankan penggabungan teknologi informasi dengan industri," katanya dalam keterangan resmi beberapa waktu lalu.
  
Saat ini, JIIPE telah memiliki 15 tenant dari berbagai jenis industri. Sementara pengembangan klaster dalam JIIPE KEK Gresik meliputi klaster industri metal, klaster industri elektronik, klaster industri kimia, klaster industri energi, dan klaster industri pendukung & logistik.

Haryanto menyebutkan bahwa JIIPE ditargetkan untuk industri-industri yang berorientasi ekspor maupun substitusi impor dan industri berteknologi tinggi. 

"Kami percaya dengan fasilitas KEK maupun logistik dan utilities yang kami sediakan, kami akan dapat menarik industri seperti kimia, metal, elektronik, farmasi, maupun industri bahan modal yang bisa ada transfer of know-how untuk Indonesia," pungkasnya. (Ifa/S3-25)

BERITA TERKAIT