13 August 2021, 13:55 WIB

Kantongi Izin dari OJK, IKI Modal Siap Dukung Pembiayaan UMKM


Nediaindonesia.com | Ekonomi

PANDEMI covid-19 yang melanda seluruh dunia, termasuk Indonesia selama hampir dua tahun terakhir memang telah melumpuhkan berbagai sektor kehidupan, terutama perekonomian. Salah satu pihak yang paling terdampak dengan kondisi saat ini adalah para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Tidak sedikit  dari UMKM yang gulung tikar atau mati suri akibat wabah berkepanjangan ini. Padahal UMKM merupakan salah satu tulang punggung perekonomian nasional.  Berangkat dari situlah PT IKI Karunia Indonesia (IKI Karunia), anak usaha dari PT Emporia Digital Raya yang merupakan bagian dari grup usaha PT Anabatic Technologies, Tbk, siap mendanai pinjaman yang dibutuhkan oleh UKM Indonesia untuk mengembangkan bisnis, pemberi pinjaman mendapatkan alternatif investasi dengan tingkat pengembalian yang menarik.

Baca juga: Kemenkop UKM Dorong Produk UMKM Berorientasi Ekspor

IKI Modal telah memberikan pinjaman modal usaha sebesar Rp6,5 milliar lebih bagi dari 200 pelaku UMKM di Indonesia. Pengajuan pinjaman dapat diakses melalui website mereka atau melalui mitra yang tergabung dengan IKI Mitra. IKI Mitra saat ini telah hadir di lebih dari 200 kota/kabupaten di Indonesia seperti di Tangerang, Jabodetabek, Yogyakarta, Semarang, Kendal, Karanganyar, Lebak, Serang, Kupang, Gorontalo, Malang, dan beberapa kota lainnya.

“Pertama-tama kami sangat bersyukur atas pencapaian ini dan tentunya kami juga menyampaikan terima kasih kepada pihak OJK yang telah memberikan kepercayaan kepada IKI Modal dengan izin usaha ini. Pencapaian ini akan semakin memotivasi kami untuk memberikan dukungan kepada UMKM dan mempercepat akselerasi pemulihan ekonomi dari dampak pandemi di Indonesia. Layanan kami akan memberikan kesempatan kepada UMKM untuk melakukan transformasi bisnis dan pada saat bersamaan mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Ke depannya kami akan terus mempertajam komitmen kami untuk untuk menjawab salah satu tantangan terbesar yang dihadapi UMKM, yaitu keperluan modal pengembangan usaha,” ujar Presiden Direktur IKI Modal, Joen S. Chandra.

Sebuah data menyatakan bahwa ada sekitar 51% penduduk Indonesia yang belum tersentuh layanan perbankan dan pemerintah menargetkan sebanyak 75% penduduk Indonesia akan terlayani produk dan jasa keuangan. Hal ini dapat diartikan bahwa akses kredit tidak hanya merugikan berbagai jenis industri, khususnya industri usaha kecil, tetapi juga melemahkan ekonomi negara.

Tidak hanya mendukung UMKM, IKI Modal juga siap mengembangkan produk di sektor pendidikan. IKI Modal akan menyediakan produk-produk pinjaman yang bersaing dengan target pasar di ekosistem pendidikan, baik guru pengajar maupun orang tua murid yang membutuhkan biaya sekolah.

“Tingkat inklusi keuangan masyarakat Indonesia hingga kini masih relatif rendah. Dengan berfokus pada sektor usaha mikro serta memperluas akses pinjaman, diharapkan IKI Modal dapat menjadi alternatif pembiayaan untuk mengembangkan usaha dan meraih cita-cita. Salah satu yang membedakan IKI Modal, kami menambahkan proteksi dengan asuransi untuk tiap pinjaman, sehingga akan lebih aman bagi para investor,” tuntas Joen.

“Mengembangkan bisnis di masa pandemi ini merupakan salah satu tantangan terbesar kami selama kami menjalankan usaha ini. IKI Modal telah membantu kami mengatasi keputus-asaan kami meneruskan bisnis kami dan kami sangat terbantukan melalui penyaluran dana usaha. Kini kami dapat lebih berfokus pada pengembangan inovasi-inovasi produk kami dan terus memberikan layanan terbaik bagi para konsumen kami,” ujar Osa dari Bogor, salah satu peminjam dari IKI Modal.

IKI secara resmi mendapatkan izin usaha Perusahaan Penyelenggaraan Layanan Pinjam Meminjam Berbasis Teknologi Informasi (LPMUBTI) dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada  2 Agustus 2021 dengan surat tanda berizin KEP-69/D.05/2021. IKI Modal menerapkan algoritma scoring untuk verifikasi ketat calon peminjam dan setiap pinjaman akan diproteksi oleh asuransi. Proses verifikasi scoring akan dimulai dari pengecekan data Dukcapil, FDC AFPI, PEFINDO dan alternatif data. Ke depannya, IKI Modal juga akan melakukan berbagai kegiatan edukasi terkait manfaat P2P lending bagi UMKM lokal serta pentingnya memilih platform yang telah mendapatkan izin atau terdaftar di OJK untuk menghindari praktik-praktik yang merugikan. (RO/A-1)

BERITA TERKAIT