12 August 2021, 16:35 WIB

Agar Bisa Bertahan, UMKM Harus Berinovasi Mengikuti Tren Pasar 


Fetry Wuryasti | Ekonomi

PAKAR digital marketing Denny Santoso menilai bisnis UMKM bisa bertahan selama pandemi covid-19. Namun, cara berpikir pelaku usaha perlu diubah, dari sekadar maintenance produk menjadi maintenance konsumen. 

Tujuannya agar, pelanggan tidak beralih ke kompetitor ketika tren produk berubah. Hal ini juga penting untuk memaksimalkan strategi pemasaran, agar bisnis dapat bertahan lintas generasi. 

Untuk menawarkan produk atau jasa yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan, serta menghadirkan customer journey yang nyaman dan optimal, suatu bisnis harus melakukan riset pasar. Adapun riset perlu dilakukan komprehensif dan menyesuaikan hasil riset.

Pelaku bisnis tidak cukup hanya memahami konsumen lewat riset dan survei. Mereka juga harus memahami perilaku belanja konsumen di lapangan dengan interaksi langsung, termasuk lewat virtual.

Baca juga: Digitalisasi UMKM Tingkatkan Potensi Ekspor

"Kalau hanya survei, mereka akan beri hasil bagus saja. Tetapi, kita perlu pahami cara berpikir dan yang memengaruhi keputusan konsumen untuk membeli suatu produk. Jadi, tidak lagi mentok di pengembangan produk, tetapi kejar sasaran target pasarnya," ujar Denny dalam diskusi ShopeePay Talk, Kamis (12/8).

Apabila media konvensional terbukti menjadi kanal pemasaran yang memadai satu dekade lalu, sekarang bisnis harus memikirkan ulang strategi pemasaran. Dalam hal ini, berdasarkan sejumlah kanal yang tersedia saat ini.

Media sosial bisa menjadi kanal pemasaran yang kuat bagi bisnis, jika didukung kehadiran di platform e-commerce. Serta, pengadopsian layanan pembayaran digital. Selain itu, pelaku usaha harus memaksimalkan upaya pemasaran dengan berbagai kanal, seperti media sosial.

"Pelaku bisnis juga bisa menggali dan saling bertukar informasi melalui komunitas bisnis. Untuk mengetahui tren terbaru yang bisa dimanfaatkan untuk pemasaran. Salah satu contoh, menonjolkan promo menarik yang ditawarkan penyedia layanan pembayaran digital,” imbuh Denny.

Baca juga: Bantu Kebangkitan UMKM di Masa Pandemi, Shopee Gelar Pesta Diskon

Ambil contoh JNE dan Ayam Tulang Lunak Hayam Wuruk. Mereka berhasil memenangkan pasar selama lebih dari dua dekade berkat riset, adaptasi dan  inovasi. Untuk mempertahankan bisnis di tengah perubahan zaman, JNE memastikan produk dan layanan dapat menjawab permasalahan pelanggan.

"Seperti rumitnya pengiriman dan pendistribusian barang ke berbagai penjuru Indonesia," ungkap Deputy Vice President BD, E-commerce and Partnership JNE Mayland Hendar Prasetyo.

JNE hadir dengan tagline “Connecting Happiness” dan menjadikannya sebagai ide utama dalam memberikan keuntungan dan kenyamanan bagi pelanggan di Indonesia. "Kami mengoptimalkan teknologi untuk meningkatkan efisiensi. Kini, pelanggan dengan mudah melacak paket yang mereka kirimkan melalui website dan aplikasi MyJNE. Serta, melakukan pembayaran dengan praktis dan aman," papar Mayland.

Business Development Manager Ayam Tulang Lunak Hayam Wuruk Dimas Setyo Jatmiko mengatakan pihaknya terus melakukan riset pasar secara rutin. Tujuannya, menghadirkan varian menu baru dan memberikan kepuasan bagi pelanggan. Mereka juga merotasi menu beberapa tahun sekali, untuk menimbulkan rasa nostalgia untuk konsumen.(OL-11)
 

 

BERITA TERKAIT