09 August 2021, 14:11 WIB

PLN Mulai Alirkan Listrik dan Uap ke Blok Rokan


Insi Nantika Jelita |

PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) resmi mulai mengalirkan listrik dan uap ke Blok Rokan, Riau, mulai hari ini, Senin (9/8). Langkah ini sejalan dengan alih kelola Blok Rokan dari perusahaan migas asal Amerika, Chevron, ke PT Pertamina Hulu Rokan (PHR).

PLN beranggapan langkah alih kelola ini menjadi tonggak sejarah penting bagi Indonesia. Soalnya sejak 1951 dikelola Chevron, blok migas terbesar di Indonesia tersebut akhirnya kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi.

"Bagi PLN, ini merupakan pembuktian bahwa kita mampu memenuhi kebutuhan listrik di wilayah kerja migas skala besar, seperti Blok Rokan." kata Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini dalam keterangan resmi, Senin (9/8). Guna menjamin pasokan listrik dan uap dalam operasional WK Rokan, PLN dan PHR telah menyepakati dan menandatangani Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik dan Uap (PJBTLU) pada 1 Februari 2021.

Dijelaskan bahwa dalam melayani kebutuhan listrik dan uap WK Rokan, PLN merencanakan dua tahap, yaitu masa transisi dan masa permanen. Pada masa transisi, PLN memanfaatkan pembangkit listrik eksisting yang akan berlangsung selama 3 tahun. PLN telah mengakuisisi saham perusahaan pembangkit eksisting yang selama ini melistriki WK Rokan, yaitu PLTG North Duri Cogen 300 MW serta didukung PLTG Minas dan Central Duri sebesar 130 MW.

"Jangka pendek kami menggunakan listrik dari pembangkit yang selama ini sudah memasok listrik ke Rokan sambil tiga tahun ini kami menyiapkan jaringan listrik untuk menghubungkan WK Rokan dengan sistem kelistrikan Sumatra," terang Zulkifli. Pada tahap kedua, masa layanan permanen akan mengandalkan pembangkit dan jaringan PLN yang dimulai pada 2024.

Baca juga: Pertamina Resmi Kelola Lapangan Minyak Bumi Blok Rokan

Perusahaan pelat merah itu akan melakukan interkoneksi sistem Blok Rokan dengan sistem kelistrikan Sumatra dengan kapasitas 400 MW. PLN juga akan mengambil dari sistem Sumatra yang sudah cukup besar kesediaan daya, baik disuplai dari selatan maupun utara melalui sistem 275 KV dan akan menjadi 500 KV. Selain itu, PLN akan memastikan penyediaan pasokan listrik yang andal dari sistem Sumatra ke Blok Rokan dilakukan dari tiga sumber. (OL-14)

BERITA TERKAIT